Masih banyak yang tak peduli dengan regulasi pemindai wajah

44 persen responden menyebut pembatasan secara ketat dalam teknologi pengenalan wajah merupakan hal yang tidak perlu dilakukan.

Masih banyak yang tak peduli dengan regulasi pemindai wajah Ilustrasi Keamanan (Ubergizmo)

Implementasi teknologi pemindai wajah di area publik saat ini sedang digalakkan di beberapa negara. Sebut saja China, yang baru-baru ini memasang sistem pemindai wajah di hampir semua lokasi populer atau lokasi-lokasi padat penduduk.

Lain lagi dengan Amerika, yang sudah mengimplementasikan keamanan siber tersebut di semua kota-kota besar mereka. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para penduduk dan mempermudah pihak berwenang untuk melakukan tugasnya.


BACA JUGA

Sistem pengenalan wajah Biometric Exit siap identifikasi penumpang

Sistem komputer parlemen Australia diretas

123456 masih jadi kata sandi terburuk di 2018


Meski begitu, hingga saat ini masih belum ada regulasi yang benar-benar mengontrol sistem keamanan ini. Uniknya, dalam sebuah jajak pendapat daring baru-baru ini yang dilakukan oleh Pusat Inovasi Data Amerika menemukan bahwa sebuah fakta yang unik.

Meskipun belum ada regulasi yang mengatur teknologi tersebut, mayoritas dari mereka yang ikut serta dalam jajak pendapat tidak benar-benar peduli dengan kebutuhan akan regulasi yang mengatur teknologi pengenal wajah.

Ubergizmo (13/1/2019) menjelaskan, ketika ditanya apakah pemerintah harus "secara ketat membatasi penggunaan teknologi pengenalan wajah", 44,9 persen tidak setuju. Sedangkan yang setuju hanya 26,2 persen saja, sementara 28,9 persen memilih diam.

Namun yang menarik adalah bahwa ketika kita melihat demografi orang-orang yang menjawab, tampaknya mayoritas dari mereka yang setuju bahwa teknologi harus diatur atau dibatasi ada di usia antara 18 hingga 34 tahun. Sedangkan mereka yang berusia 35 tahun ke atas sepertinya berpikir bahwa tidak diperlukan adanya regulasi yang mengatur teknologi tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: