Mantan karyawan Tesla ambil data Autopilot perusahaan

Mantan karyawan Tesla, Guangzhi Cao,mengakui dirinya mengakses source code Tesla dan mengunggahnya ke penyimpanan pribadi.

Mantan karyawan Tesla ambil data Autopilot perusahaan Source: Pexels

Seorang mantan karyawan Tesla dituntut karena mengunduh data terkait fitur Autopilot perusahaan dan diduga membawa data itu ke perusahaan pesaing asal China. Dalam pengajuan pengadilan, mantan karyawan Tesla bernama, Guangzhi Cao, mengakui dirinya mengakses source code Tesla dan mengunggahnya ke penyimpanan pribadi, tetapi menyangkal bahwa tindakannya merupakan pencurian rahasia perusahaan.

Tesla menyatakan tidak setuju, dalam komplainnya bahwa fitur Autopilot yang Cao kerjakan adalah “portofolio kekayaan intelektual Tesla yang sangat berharga” dan bahwa Chao mencoba untuk membawa rahasia dagang ke Xiaopeng Motors.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Aplikasi Tesla gagalkan pencurian mobil

Tesla Supercharger hasilkan 72 GWh listrik dalam sebulan

Modul ini bisa ubah Tesla jadi sistem pengawas keamanan


Cao menerima tawaran untuk bekerja di Xiaopeng Motors pada November 2018, dan Tesla menuduh bahwa jauh sebelum ia pergi, Cao mengunggah salinan lengkap source code Autopilot terkait Tesla ke akun iCloud pribadinya. Ada lebih dari 300 ribu file dan direktori, yang dlanggar Cao dalam kebijakan Tesla.

Xiaopeng Motors, juga dikenal sebagai Xmotors atau Xpeng, adalah saingan perusahaan kendaraan listrik asal China yang telah menjadi pusat gugatan rahasia dagang sebelumnya. Tahun lalu, seorang mantan karyawan Apple ditangkap setelah mencuri sejumlah data dari laboratorium mobil otonom perusahaan asal Cupertino tersebut. Karyawan itu mengunduh file dan mengaku mengambil hardware, serta telah mengakui niatnya untuk pindah ke China untuk bekerja di Xiaopeng Motors.

Dilansir dari Engadget (11/7), perusahaan asal China itu sendiri belum dituduh melakukan pelanggaran hukum, tetapi dalam pengaduannya, Tesla secara khusus memanggilnya lantaran menyalin ide-idenya. Xiaopeng Motors menyangkal keterlibatan dalam tindakan karyawannya. Ketua Xiaopeng menyebut gugatan itu “dipertanyakan” serta mengatakan ada aliran bakat alami antara perusahaannya dan Tesla.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: