Maaf, tidak ada bootloader untuk Mate 30
Pihak Huawei akhirnya mengaku bahwa mereka tidak akan membuka bootloader di perangkat Mate 30 mereka.
Huawei Mate 30
Mulai dari Huawei Mate 30 dan seterusnya, kemungkinan besar perangkat mereka tidak akan memiliki Google Services lagi. Namun, bos Huawei menjanjikan bahwa mereka akan ‘membuka kunci’ agar para penggunanya masih dapat menggunakan layanan Google di perangkat tersebut.
CEO Huawei Richard Yu beberapa hari lalu mengklaim bahwa mereka akan membuka bootloader dari Mate 30. Hal ini menawarkan para penggunanya untuk dapat melakukan instalasi aplikasi Google secara manual.
Sayang, janji hanya sekedar janji. Yu baru-baru ini mengatakan kepada Android Authority bahwa mereka sama sekali tidak memiliki niatan untuk membuka bootloader dari Mate 30. Artinya, pengguna tidak akan dapat memasang aplikasi bawaan Google.
Hal ini mencakup Google Play Service, Play Store, Gmail, YouTube, dan aplikasi bawaan lainnya. Begitu juga aplikasi yang mengandalkan 100 persen dari layanan Google, yang tak akan benar-benar dapat digunakan sama sekali.
- POCO Tebar Promo Akhir Bulan, C81 Pro dan F7 Ultra Dijual dengan Harga Lebih Murah
- Paket Lengkap Infinix HOT 70: Desain Tipis, Gaming Lancar, Baterai Tahan Lama
- POCO C81 Pro Rilis di Indonesia, Hape Rp1 Jutaan dengan Baterai Besar dan Layar Lebar
- POCO X8 Pro Bakal Jadi Senjata Baru Gamer Naik Level di MLBB Season 40, Ini Alasannya
Selain itu, pengguna juga tidak dimungkinkan untuk memasang ‘custom ROM’ untuk perangkat Mate 30. Hal ini dikarenakan salah satu persyaratan utama untuk mengobrak-abrik perangkat Android secara total adalah dengan membuka bootloader dari perangkat tersebut.
Tapi, hal ini bukan berarti tidak ada jalan lain untuk membuka bootloader tersebut. Para pengembang kemungkinan akan dapat mencari cara membuka bootloader meski tanpa bantuan pihak Huawei sekalipun, meski akan memakan waktu yang cukup lama.
Sayang, hingga saat ini masih belum dapat dipastikan apakah beberapa perangkat Huawei lainnya juga akan mengalami hal yang sama. Begitu juga masih belum diketahui apakah hal ini hanya akan terjadi di pasar Amerika saja atau akan berlaku di seluruh dunia.








