sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
Rabu, 22 Sep 2021 14:39 WIB

Larangan Huawei akan tetap berlanjut di bawah aturan Biden

Huawei akan tetap berada di dalam daftar hitam selama AS percaya itu adalah ancaman keamanan nasional bagi mereka, terlepas dari siapa yang tetap berkuasa.

Larangan Huawei akan tetap berlanjut di bawah aturan Biden
Source: Pixabay

Setelah masuk daftar hitam oleh pemerintahan Trump pada tahun 2019 karena masalah keamanan nasional, Huawei harus melalui masa-masa sulit dalam ranah ponsel pintar. Dan tampaknya tidak ada perubahan segera karena Presiden AS sekarang, Joe Biden, dalam sebuah pos yang mengawasi kebijakan ekspor di Tiongkok mengatakan larangan Huawei kemungkinan akan berlanjut lebih jauh.

Tidak hanya itu, Wakil Sekretaris Perdagangan untuk Industri dan Keamanan, Alan Estevez juga berjanji untuk terus mengawasi Honor Device Co untuk melihat apakah Huawei telah terpisah dengan perusahaan tersebut dengan tujuan untuk menciptakan citra Honor yang lebih bersih dan menghindari atau setidaknya meminimalkan dampak daftar hitam. “Saya telah melihat manuver sebelumnya oleh perusahaan Tiongkok itu”, kata Alan bersaksi pada sidang komite perbankan Senat.

Huawei mengatakan berada di bawah tekanan luar biasa karena tidak tersedianya komponen yang digunakan untuk pembuatan ponsel gara-gara larangan tersebut. Untuk itu, perusahaan memutuskan untuk menjual Honor. Huawei mengatakan mereka tidak lagi terlibat dalam operasi bisnis atau kegiatan manajemen Honor dan juga tidak memegang saham apa pun.

Dilansir dari Gizmochina (22/9), dilaporkan juga bahwa pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan opsi untuk memperpanjang larangan tersebut kepada Honor setelah anggota parlemen mengangkat kekhawatiran yang sah tentang perusahaan ini dalam sebuah surat kepada Sekretaris Departemen Perdagangan Gina Raimondo bulan lalu.

Huawei akan tetap berada di dalam daftar hitam selama AS percaya itu adalah ancaman keamanan nasional bagi mereka, terlepas dari siapa yang berkuasa. Oleh karena itu, Huawei kemungkinan akan mengalami kerugian lebih lanjut karena masih mencari alternatif untuk komponen buatan AS.

Share
×
tekid
back to top