Lagi, ditemukan malware di aplikasi populer Android

Untungnya, para pengembang aplikasi yang diketahui merupakan CamScanner sudah melakukan penambalan lubang keamanan yang bocor.

Lagi, ditemukan malware di aplikasi populer Android Ilustrasi menggunakan smartphone (Pexels)

Jika Anda pengguna aplikasi pemindai dokumen CamScanner, kami sarankan untuk langsung mencopot pemasangannya. Hal ini dikarenakan beberapa waktu lalu Google secara resmi menarik aplikasi tersebut dari Play Store.

Para peneliti dari Kaspersky mengatakan, mereka telah menemukan celah berbahaya di aplikasi tersebut. Mereka mengatakan, ada beberapa pihak tak bertanggung jawab telah menyebarkan malware dari aplikasi tersebut.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Polisi Perancis berhasil bajak malware penambang uang digital

Ransomware mulai serang perangkat NAS

Malware ransomware ancam pengguna smartphone


Yang paling mengejutkan adalah aplikasi ini telah memiliki banyak unduhan dari Play Store. Aplikasi yang sudah ada semenjak 2010 tersebut dilaporkan memiliki lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia.

Engadget (29/8/2019) melaporkan, malware tersebut dapat menyebar dengan beberapa cara. Tapi, cara yang dipilih adalah dengan mengirimkan kode berbahaya melalui perpustakaan iklan yang ada di dalam aplikasi tersebut.

Malware berupa trojan kemudian menghasilkan "iklan mengganggu" dan menyarankan calon korban untuk mendaftar aplikasi berbayar. Kode ini  juga dirancang untuk terhubung ke server pengguna dan mengunduh kode tambahan. 

Untungnya, para pengembang aplikasi tersebut sudah mendapatkan peringatan. Mereka dikabarkan telah melakukan penambalan kode untuk mencegah malware untuk menyerang para penggunanya.

Seperti diketahui, CamScanner memiliki total 1,8 juta ulasan yang sebagian besar merupakan ulasan positif di Google Play. Kaspersky mulai menyelidiki aplikasi setelah sejumlah ulasan negatif muncul. Kasus ini merupakan pengingat meskipun aplikasi populer tersebut sudah lama berada di Play Store namun tidak ada jaminan aman dari serangan malware.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: