Kunci elektronik Tesla Model S bisa dibobol dalam 1,6 detik

Para peneliti KU Leuven menyebut jika mereka menemukan cara melewati enkripsi pada kunci fob Tesla untuk Model S

Kunci elektronik Tesla Model S bisa dibobol dalam 1,6 detik

Tesla mungkin saat ini merupakan produsen mobil dengan teknologi tingkat tinggi di seluruh dunia. Para penggunanya pun mendapatkan berbagai kemudahan dengan teknologi yang ada di dalam kendaraan mereka.

Sayangnya meski telah memiliki teknologi canggih, sistem keamanan kunci dari Tesla bisa dibobol hanya dengan teknologi sederhana. Para peneliti KU Leuven menyebut jika mereka menemukan cara melewati enkripsi pada kunci fob Tesla untuk Model S.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Indonesia hadapi tantangan keamanan yang semakin meningkat

Hindari berbagi boarding pass di media sosial

Polisi London uji coba sensor pengenal wajah


Engadget menyebut, mereka menemukan bahwa fobs menggunakan cipher 40-bit yang mudah diretas. Begitu mereka mendapat dua kode dari fob di sebuah mobil, mereka hanya perlu mencoba menggunakan kunci enkripsi sampai mereka menemukan satu kode yang membuka kuncinya.

Dari sana, para peneliti membuat tabel data untuk pasangan kode yang akan membiarkan mereka menemukan kunci enkripsi untuk kloning fob Model S.

Dan yang lebih mencengangkan lagi, para peneliti hanya memerlukan modal USD600 atau sekira Rp9 juta saja untuk membobol sebuah mobil berharga miliaran rupiah. Dan, mereka hanya membutuhkan waktu 1,6 detik saja untuk meretas kunci tersebut.

Untungnya, Tesla sudah menghadirkan patch terhadap fungsi fob mereka. Para pelanggan dengan mobil Model S awal bisa beralih ke fob yang lebih aman jika mereka mau, hanya dengan melakukan pembaruan sistem di kendaraan mereka.

Setiap mobil Model S yang dibuat mulai bulan Juni dan seterusnya juga memiliki enkripsi yang lebih ketat yang tidak akan mudah untuk dibobol. Selain itu, Tesla memperkenalkan fitur opsional pada bulan Agustus yang mengharuskan Anda memasukkan kode PIN pada layar sentuh untuk menyalakan kendaraan.

Diketahui, KU Leuven mengatakan telah menginformasikan Tesla tentang masalah ini pada bulan Agustus 2017. Namun, Tesla menyebut jika mereka perlu waktu untuk memverifikasi penelitian, membuat perbaikan, dan menggulirkannya ke dalam sistem manufaktur perusahaan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: