sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
Kamis, 21 Jan 2021 09:16 WIB

Kornea sintetis ini bisa kembalikan mata orang yang pernah buta

Dengan menggantikan kornea yang sudah rusak dan membuat buta pengguna, KPro dari CorNeat bisa kembalikan penglihatan pasiennya.

Kornea sintetis ini bisa kembalikan mata orang yang pernah buta

Para ilmuwan tampaknya saat ini sudah dapat membuat sebuah mata bionik yang dapat terhubung dengan tubuh manusia. Dalam sebuah pemberitaan terbaru, dikabarkan satu orang pasien telah mendapatkan penglihatannya kembali dengan menggunakan mata buatan.

Engadget (21/1) melaporkan, kejadian ini dialami oleh seorang pria berusia 78 tahun yang identitasnya dirahasiakan. Dia merupakan pasien perdana yang menerima jenis implan kornea baru yang dari perusahaan bernama CorNeat.

Teknologi ini diberi nama KPro. Teknologi ini adalah teknologi mata buatan pertama yang dapat diintegrasikan langsung ke dinding mata untuk menggantikan kornea yang rusak atau cacat tanpa jaringan donor. Segera setelah operasi, pasien dapat mengenali anggota keluarga dan membaca angka pada grafik mata.

Sebenarnya, Implan kornea buatan merupakan pilihan terakhir yang dapat dilakukan oleh seorang pasien. Hal ini dikarenakan pembedahan untuk pencakokan kornea bukan merupakan sebuah hal yang mudah, serta hanya disarankan untuk mereka yang benar-benar telah kehilangan penglihatannya.

Namun, CorNeat mengatakan dengan teknologi KPro mereka, dokter yang melakukan operasi ini tidak akan mengalami kesulitan yang besar. Hal ini dikarenakan teknologi ini menggunakan bahan biomimetik yang merangsang proliferasi sel, yang mengarah ke integrasi jaringan progresif.

“Fibroblas dan kolagen secara bertahap menjajah rok integrasi dan integrasi penuh dicapai dalam beberapa minggu, secara permanen menyematkan perangkat di dalam mata pasien,” menurut CorNeat.

Sayang, untuk saat ini teknologi tersebut masih belum tersedia untuk publik. Perusahaan tersebut harus berhasil melakukan transplantasi dan mendapatkan persetujuan dari negara-negara besar untuk dapat digunakan secara massal.

Tag
Share
×
tekid
back to top