Kenalkan Rapide E, mobil listrik perdana Aston Martin

Aston Martin mengklaim Rapide E mampu berjalan hingga 482 km dalam kondisi baterai terisi ulang selama satu jam dengan charger berkekuatan 100 kW ke atas.

Kenalkan Rapide E, mobil listrik perdana Aston Martin Source: Aston Martin via Engadget

Penantian sudah usai, akhirnya Aston Martin mengungkap perihal mobil listrik perdana mereka. Mobil ini bernama Rapide E, yang mengubah mesin V12 menjadi motor listrik berkekuatan baterai 800V dan 65 kWh. Dilansir dari Engadget (16/4), motor listrik ganda belakangnya memiliki kekuatan 604 hp dan torsi 700ft-lb. Perusahaan yang berbasis di Inggris itu menyatakan mobil listrik Rapide E hanya diproduksi sebanyak 155 unit dengan harga sesuai kelengkapan fitur.

Aston Martin mengklaim Rapide E mampu berjalan hingga 482 km jika baterainya diisi ulang selama satu jam dengan charger berkekuatan 100 kW ke atas. Kecepatan maksimal yang dapat diraihnya bisa menyentuh angka 150 km/jam. Waktu yang dibutuhkan untuk melesat hingga 100 km/jam dari 0 km/jam diam adalah 4,2 detik.


BACA JUGA

Tesla Model S dan Model X kini punya daya tempuh lebih jauh

Taksi listrik Blue Bird buka peluang Tesla masuk Indonesia

Hanya satu di dunia, VW Bug berbaterai Tesla


Powertrai yang dimilikinya dapat menghadirkan tiga mode mengemudi: GT, Sport dan Sport+. Tidak ketinggalan pula nuansa berkendara sistem anti-slip differential sehingga mirip dengan konfigurasi powertrain Rapide AMR versi bahan bakar bensin.

Di dalamnya ada banyak serat karbon serta layar digital 10 inci yang berguna untuk memberikan informasi kondisi pengisian daya, level baterai, konsumsi energi, waktu real-time dan masih banyak lagi. Pengendara juga bisa mendapatkan banyak informasi tersebut melalui aplikasi yang menghubungkan ke kendaraan. Aplikasi ini juga akan mengingatkan pengendara lokasi parkir mobilnya.

“Mengenalkan Rapid E akan menjadi momen besar bagi Aston martin. Sebagai produksi mobil listrik perdana kami, ini adalah langkah yang sangat bersejarah,” kata CEO Aston Group, Dr. Andy Palmer.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: