Kata Nvidia soal AI di Indonesia

Pacific South Senior Manager Channel and Alliance Nvidia, Budi Harto mengatakan Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara.

Kata Nvidia soal AI di Indonesia Ilustrasi AI (Pixabay)

Saat ini, Artificial Intelligence (AI) sudah semakin sering ditemukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan, saat ini beberapa perkotaan di beberapa daerah sudah mengadopsi AI di dalam sistem Smart City mereka.

Namun, menurut Pacific South Senior Manager Channel and Alliance Nvidia, Budi Harto, saat ini masyarakat Indonesia masih skeptis terhadap keberadaan AI. Dan menurutnya, mereka memiliki alasan yang sama.


BACA JUGA

Google kembangkan AI untuk main gim sepakbola

AI DeepMind bisa selamatkan satwa langka

Sony pakai AI untuk hasilkan musik


“Saat ini, AI sebuah tantangan yang besar, banyak yang skeptis bahwa teknologi AI kedepannya tidak akan begitu baik. Mereka melihatnya dari beberapa film yang saat ini sudah ada dipasaran,” kata Budi.

Meski demikian, dia melihat bahwa hadirnya AI di Indonesia, tingkat adopsinya akan cukup tinggi. Bahkan, tingkat adopsi AI di Indonesia salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

“Saat ini, Indonesia menjadi negara kedua tercepat dalam tingkat adopsi AI,” ungkapnya.

Saat ditanyakan AI seperti apa yang dapat diadopsi oleh Indonesia, Budi pun mengatakan banyak contoh yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah sistem pengendalian lampu lalu lintas di persimpangan jalan.

“Contohnya seperti di China, pihak kepolisian di sana sudah bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Jadi saat ada keadaan darurat, pihak kepolisian dapat mengarahkan rute terbaik bagi ambulan. Karena untuk kasus stroke, penanganan krusial ada di 10 menit pertama,” tegasnya.

“Meski sekarang ada aplikasi seperti Google Maps, tapi dengan adanya pengetahuan lokal, polisi bisa memberikan opsi jalur terbaik. Misal melalui daerah yang terpantau tidak padat melalui CCTV atau mengarahkan ke jalan yang paling sedikit lampu merahnya. Bahkan, mereka juga bisa mengontrol lampu lalu lintas untuk membuat lalu lintas lebih baik.”

Meski dia memberikan beberapa contoh, namun dia yakin bahwa masyarakat Indonesia sangat kreatif. Dia yakin, akan banyak solusi yang akan hadir seiring perkembangan waktu.

“Saya yakin, selain apa yang sudah saya sebutkan, banyak solusi lain. Tapi saya yakin sudah banyak teknologi AI di Indonesia yang bisa diterapkan,” katanya dengan yakin.

Keyakinan ini pun datang dari fakta bahwa saat ini, ada belasan startup dan fintech dari Indonesia yang masuk dalam program Nvidia Inception. Sekedar informasi, Nvidia Inception merupakan sebuah inkubasi bagi startup yang mendedikasikan diri di bidang Deep Learning dan AI.

“Saat ini sudah ada 2000 startup dan fintech yang sudah masuk program Nvidia Inception. Indonesia saat ini sudah direkrut 13 startup. Penggunaannya sangat luas, dan semakin banyak yang sudah siap dipakai,” sebutnya.

Terakhir, dia yakin di masa depan, Indonesia bisa mengimplementasi smart nation dengan sangat baik.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: