Kata Facebook terkait matinya layanan mereka kemarin

Pihak Facebook berdalih bahwa mereka sedang melakukan pemeliharaan konfigurasi server ketiga layanan mereka.

Kata Facebook terkait matinya layanan mereka kemarin Facebook (Pexels)

Warganet di seluruh dunia mengeluhkan tiga layanan milik Facebook, yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook sendiri yang mengalami gangguan. Hal ini terjadi hampir satu hari penuh, pada Kamis (14/3).

Selama kejadian itu, pihak Facebook pun bungkam dan memilih untuk tidak memberikan penjelasan apapun. Barulah setelah mereka mengetahui penyebab masalah ini dan memperbaikinya, perwakilan Facebook memberikan sebuah keterangan.


BACA JUGA

Balas pesan di Messenger kini semudah di WhatsApp

Video penembakan di New Zealand tayang 4 ribu kali sebelum dihapus

Facebook : kami sudah hapus 1,5 juta video penembakan New Zealand


Dalam sebuah postingan resmi, mereka mengatakan bahwa kejadian ini terjadi karena adanya konfigurasi server. Mereka menampik adanya kabar mengenai kebocoran rute jaringan dari ketiga layanan media sosial mereka tersebut.

Seperti dikutip dari laman Tech Crunch (15/3), Facebook menjabaarkan alasannya, "Kemarin, sebagai akibat dari perubahan konfigurasi server, banyak orang mengalami kesulitan mengakses aplikasi dan layanan kami. Kami sekarang telah menyelesaikan masalah dan sistem kami pulih. Kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan ini dan menghargai kesabaran semua orang," kata perwakilan Facebook.

Situs pendeteksi layanan online Downdectector menyatakan, jutaan orang terkena dampak akibat perbaikan sistem tersebut. 

"Secara durasi, ini adalah pemadaman terbesar yang kami lihat sejak peluncuran Downdetector pada 2012," kata Tom Sanders, salah satu pendiri Downdetector.  

“Sistem kami memproses sekitar 7,5 juta laporan masalah dari pengguna selama kejadian ini. Belum pernah sebelumnya kami mengalami pemadaman berskala besar seperti ini.”

Perusahaan-perusahaan pemantau jaringan lain juga memiliki teori mengenai penyebab pemadaman kemarin. “Penyebabnya tampaknya lebih bersifat internal daripada masalah jaringan atau Internet. Misalnya kita melihat 500 ‘kesalahan server internal ’dari Facebook,” kata juru bicara ThousandEyes.

“Mengingat skala yang tipis dan perubahan terus-menerus yang dilakukan oleh penyedia skala web ini untuk aplikasi dan infrastruktur mereka, terkadang hal-hal seperti ini muncul sebagai akibat dari perubahan, bahkan di tangan paling ahli.”

Para pengguna media sosial itu pun terpantau melampiaskan kekesalan dan rasa frustrasi mereka di Twitter. Mereka pun berbagi teori tentang apa yang terjadi di dalam jaringan perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut.

Untung, saat ini ketiga layanan tersebut sudah kembali normal. Warganet pun sudah dapat membagikan postingan seperti biasa.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: