Kamera entry-level Fujifilm X-A7 bisa deteksi pemandangan

Berbeda dari pendahulunya yang hanya dapat dilipat ke atas agar memudahkan fotografi selfie, kini layar X-A7 dilengkapi dengan engsel fleksibel yang memungkinkannya memotret sudut pandang apapun.

Kamera entry-level Fujifilm X-A7 bisa deteksi pemandangan Source: Fujifilm via Engadget

Fujifilm baru saja meluncurkan kamera entry-level X-A7 yang menampilkan beberapa fitur andalan yang lebih baik dibandingkan dengan pendahukunya (X-A5). Kamera mirrorless anyar dari Fujifilm ini mengantungi sensor CMOS beresolusi 24,2 MP. Dilansir dari Engadget (12/9), kamera ini juga memiliki piksel pendeteksi jarak 8,5 kali lebih banyak dibandingkan dengan pendahulunya. Dengan demikian X-A7 menjanjikan kecepatan autofocus dan pendeteksi wajah yang jauh lebih cepat. Tidak luput pula kemampuan pemotretan burst hingga 6 fps.

Pengguna dapat merekam video beresolusi 4K pada frame rate 30 fps. Frame rate ini merupakan meningkatan dua kali lipat jika dibandingkan model sebelumnya yang hanya dapat merekam 4K pada 15 fps. Salah satu perusahaan fotograsi terkenal tersebut menyatakan X-A7 mampu menangani gangguan rolling shutter ketika merekam. Jika pengguna ingin merekam dengan refresh rate 60 fps, maka dapat mengubah resolusi perekaman menjadi Full HD.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Fujifilm X-Pro3 mirip seperti kamera film

Kamera pengawas Fujifilm bisa rekam plat mobil dari jarak 1km

Fujifilm siapkan kamera mirrorless dengan sensor 100MP


Mirrorless Fujifilm X-A7 memiliki desain rangefinder dengan bobot hanya 455 gram, meski sudah dipasang lensa kit. Berbeda dari pendahulunya yang hanya dapat dilipat ke atas agar memudahkan fotografi selfie, kini layar X-A7 dilengkapi dengan engsel fleksibel yang memungkinkannya memotret sudut pandang apapun.

Mengingat kamera X-A7 hanya dilengkapi dengan beberapa tombol kontrol fisik, maka layar LCD-nya dilengkapi dengan teknologi panel sentuh agar pengguna dapat melakukan akses penyesuaian menu atau lainnya lewat layar. ISO yang dimiliki kamera ini adalah 100-12800, dan dapat ditingkatkan menjadi ISO 25600.

Fitur lain yang hadir di X-A7 adalah teknologi pengenal skema bernama ‘Bright Mode’. Ini menerapkan HDR dan cara lain untuk menjadikan gambar lebih cerah dan jelas tanpa perlu mengatur secara manual. Fitur ini adalah jenis mode otomatis mirip dengan kebanyakan smartphone yang bisa mendeteksi pemandangan atau objek lainnya, jadi kamera X-A7 memang benar-benar untuk memberikan pemula kemudahan memotret.

Fujifilm X-A7 dibanderol dengan harga USD700 (Rp9,8 juta) dengan lensa kit Fujinon XC 15-45mm f/3.5-5.6 OIZ PZ dengan pilihan warna hijau, perak, dan perak hitam.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: