Jutaan wajah berhasil dikumpulkan berkat viralnya FaceApp

FaceApp telah diunduh lebih dari 100 juta pengguna di Google Play Store. FaceApp juga menjadi aplikasi dengan peringkat teratas App Store di 121 negara. 

Jutaan wajah berhasil dikumpulkan berkat viralnya FaceApp (Foto: Washington Post)

Aplikasi FaceApp tengah viral dan banyak dijajal oleh pengguna smartphone. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melihat wajah mereka di masa depan sebagai orang yang sudah tua. Hasil foto dari FaceApp juga secara langsung membandingkan wajah seseorang dengan wajah yang diprediksi terjadi bertahun-tahun yang akan datang.

Viralnya gambar-gambar hasil FaceApp membuat aplikasi itu diunduh banyak pengguna. Dilansir Forbes (18/7), FaceApp telah diunduh lebih dari 100 juta pengguna di Google Play Store. Bahkan menurut App Annie, FaceApp menjadi aplikasi dengan peringkat teratas App Store di 121 negara. 


BACA JUGA

Disney+ akan dapat digunakan lintas platform

Microsoft sediakan aplikasi untuk SMS spam menyebalkan

Ilmuwan kembangkan aplikasi untuk selamatkan kupu-kupu


Namun sadarkah Anda bahwa data mencakup wajah yang Anda sertakan dalam aplikasi FaceApp menjadi milik mereka? Mengacu ketentuan layanan FaceApp tentang konten pengguna, perusahaan mengatakan memiliki lisensi bebas royalti yang tak terbatas dan tidak bisa dibatalkan untuk hal apa pun yang perusahaan lakukan dan dengan siapa pun mereka gunakan.

"Anda memberikan FaceApp lisensi abadi, tidak bisa dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, dapat ditransfer untuk digunakan, mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, menerbitkan, menerjemahkan, membuat karya turunan, mendistribusikan, mempublikasikan dan menampilkan Anda. Konten dan nama pengguna atau apa pun yang disertakan dalam konten pengguna, dalam semua format dan saluran media yang sekarang dikenal, dikembangkan tanpa kompensasi kepada Anda. Ketika Anda mem-posting atau membagikan konten pengguna atau melalui layanan kami, Anda memahami bahwa konten Anda dan informasi terkait apa pun akan terlihat oleh publik," demikian ketentuan layanan FaceApp terkait konten pengguna.

Sekilas ketentuan tersebut memang tampak tak berbahaya mengingat hampir semua pengguna memakai aplikasi itu, yang artinya secara langsung menyetujui ketentuan FaceApp. Namun mereka meminta lisensi untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan atas konten pengguna. Terlalu jauh memang untuk membayangkan bahwa induk FaceApp - Wireless Labs yang berasal dari Rusia akan menawarkan data wajah pengguna ke Federal Security Service (FSB).

Namun konsekuensinya digambarkan oleh Peter Kostadinov dari PhoneArena "Anda mungkin ada di papan iklan di suatu tempat di Moskow, namun wajah Anda kemungkinan besar berakhir pada pelatihan beberapa algoritma AI pengenalan wajah." Lagi-lagi keputusan untuk menyerahkan data pribadi Anda, berada pada tangan Anda sendiri.

Kekhawatiran terkait pengumpulan data wajah sendiri sudah muncul ketika Facebook meluncurkan kemampuan untuk mendeteksi wajah pengguna. Bahkan jumlah pengguna Facebook jauh lebih banyak dibanding FaceApp, mencapai lebih dari dua miliar. Namun data yang Facebook kumpulkan tak selalu digunakan untuk tujuan buruk sebagaimana asumsi banyak orang. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: