sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
Jumat, 22 Mei 2020 05:02 WIB

Jutaan data warga Indonesia bocor, diklaim dari situs KPU

Setiap data yang bocor tersebut diberitakan menyertai nomor telepon, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat, serta informasi penting lainnya.

Jutaan data warga Indonesia bocor, diklaim dari situs KPU
Source: Pexels

Data pribadi masyarakat Indonesia telah bocor secara online. Akun Twitter bernama Under the Breach pada Kamis (21/5) pukul 21:31 malam mengunggah beberapa tangkapan layar (screenshot) seputar kebocoran daftar pemilih tetap Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tahun 2014.

Sebagai informasi, akun Twitter Under the Breach (@underthebreach) disebut-sebut sebagai akun yang biasa memantau kejahatan dunia maya. Berdasarkan akun tersebut, sudah ada kebocoran data sebanyak 2,3 juta data pribadi masyarakat Indonesia.

Setiap data yang bocor tersebut diberitakan menyertai nomor telepon, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat, serta informasi penting lainnya. Sebagaimana kabar dari screenshot yang diunggah, data tersebut tampaknya berasal dari KPU dalam bentuk format PDF.

Tidak berhenti di situ saja, sang peretas juga telah mengakui bahwa mereka akan menyebarkan 200 juta informasi data lainnya untuk masa yang akan datang. Ada pula tampilan screenshot yang menunjukkan folder bertuliskan nama daerah di Indonesia, atau lebih tepatnya wilayah Yoyakarta seperti Bantul dan masih banyak lagi.

Akun Under the Breach mengatakan bahwa data-data tersebut berasal dari tahun 2013. Tampak data-data yang bocor merupakan dari KPU yang mana terdapat logo resminya di sebelah kiri atas. Rupanya data-data yang bocor ini dapat digunakan salah satunya untuk mendaftar kartu SIM baru.

“Sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan untuk mendaftar nomor telepon (Anda memerlukan nomot NIK dan NKK untuk melakukan pendaftaran), atau dapat digunakan untuk ambil data nomor telepon dari Indonesia,” kata peretas itu.

Share
back to top