Jelang pemilu, Facebook kerahkan AI untuk blokir satu juta akun dalam sehari

Upaya ini dilakukan untuk memblokir akun yang melanggar kebijakan perusahaan terkait ujaran kebencian dan penindasan pemilih jelang pemilihan umum (pemilu).

Jelang pemilu, Facebook kerahkan AI untuk blokir satu juta akun dalam sehari (Foto: Fossybytes)

Facebook memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memblokir atau menghapus satu juta akun dalam sehari. Upaya ini dilakukan untuk memblokir akun yang melanggar kebijakan perusahaan terkait ujaran kebencian dan penindasan pemilih jelang pemilihan umum (pemilu) di India.

Ajit Mohan - Direktur Pelaksana dan VP Facebook India menjelaskan upaya perusahaan untuk memerangi campur tangan pemilihan. Langkah ini dilakukan karena Facebook menghadapi kritik akibat kurangnya upaya menghentikan pelanggaran pada platform-nya selama pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada 2016.


BACA JUGA

WhatsApp, Instagram hingga Youtube diblokir di Sri Lanka

Facebook ciptakan AI pengubah video menjadi gim

Facebook bakal gabung News Feed dan Stories


WhatsApp yang bernaung di Facebook juga telah digunakan untuk menyebarkan informasi palsu selama pemilu di negara-negara lain seperti di Brasil. Meski belum jelas seberapa baik upaya integritas Facebook dalam pemilu, perusahaan telah berusaha melakukan lebih banyak upaya mengatasi pelanggaran dalam platform-nya.

Kemajuan AI telah membantu Facebook "mengidentifikasi konten yang keras atau melanggar, dalam waktu lebih cepat di seluruh platform dan menghapusnya dalam jumlah besar," kata Mohan. Ini sekaligus membantu perusahaan menghentikan konten yang menyinggung menjadi viral.

Dilansir Cnet (9/4), Facebook mulai merencanakan upaya untuk pemilu di India lebih dari 18 bulan lalu. Perusahaan kini mengharuskan pengiklan yang menjalankan iklan politik di India untuk memverifikasi indentitas dan lokasi mereka. Informasi terkait siapa yang membayar iklan dan audiens yang dijangkaunya kemudian akan tersedia di basis data publik.

Pekan ini Facebook juga membuka pusat-pusat yang berfokus pada integritas pemilu Singapura dan Dublin. Perusahaan pun memperluas kemitraannya dengan pemeriksa fakta pihak ketiga guna memerangi berita palsu. Tak hanya itu, raksasa media sosial itu juga merilis tools di India yang membantu pemilih memahami kandidat pemimpin baru mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: