Jam pintar masih akan kuasai pasar wearable pada 2022

Selain perangkat jam pintar, beberapa wearable lain di bidang pakaian anak-anak, baju olahraga, dan lainnya juga akan meningkat

Jam pintar masih akan kuasai pasar wearable pada 2022 Ilustrasi jam pintar (Phone Arena)

Para raksasa teknologi di seluruh dunia kini semakin serius dalam mengembangkan perangkat wearable. Selain memiliki tujuan untuk membuat kehidupan pengguna teknolog semakin mudah dengan perangkat wearable, mereka melihat pasar wearable yang semakin besar.

IDC memprediksi penjualan wearable di 2018 akan mencapai 122,6 juta. Perangkat yang akan mendominasi pasar ini adalah jam pintar, yang akan memiliki pangsa pasar sebesar 59,1 persen tahun ini. Dan ternyata, kedigdayaan jam pintar di pasar wearable masih akan terus terjadi sampai 2022 mendatang. Bahkan, IDC memprediksi pangsa pasar jam pintar akan mencapai 63,6 persen di seluruh dunia.

Perkembangan ini pun akan mulai terlihat pada 2019 mendatang. Senior Research Analyst untuk IDC Mobile Device Tracker, Jitesh Ubrani, menyebut ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. 

“Sementara itu, generasi ketiga jam tangan WearOS diharapkan dapat membuat percikan kecil. musim liburan ini dan mendapatkan daya tarik sepanjang 2019," kata Ubrani seperti dikutip dari laman Business Wire.

Selain itu, dia juga telah memprediksi sistem operasi apa yang akan mendominasi perangkat jam pintar hingga 2022 mendatang. Ternyata, sistem operasi WatchOS masih akan mendominasi pasar hingga 2022.

Pada 2018 ini, IDC memprediksi WatchOS akan menguasai 47 persen pasar wearable dunia. Sedangkan Android dan Android Wear berada di angka 18,9 persen dan 9,4 persen. Namun, pada 2022, WearOS akan turun ke angka 36,2 persen sementar Android dan Android Wear meningkat di angka 22,2 persen dan 21,1 persen.

Akan tetapi, dia juga memprediksi akan ada peningkatan penjualan di bidang lain, d luar jam pintar. "Selain jam pintar, kami juga mengharapkan pertumbuhan dari produk-produk baru, seperti dari perangkat untuk anak-anak, merek fashion, dan merek olahraga,” katanya. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: