Intel akui takluk dari AMD

Intel mengakui kekalahan pangsa pasar dari AMD. Selain itu, mereka juga menyebut akan lebih fokus dalam mengmbangkan prosesor dan GPU berbasis AI.

Intel akui takluk dari AMD AMD VS Intel (Wccftech)

Intel baru saja mengakui kekalahan pertumbuhan pangsa pasar mereka dari AMD. Hal ini sangat mengejutkan bagi sebagian besar penggemar teknologi karena Intel selama beberapa tahun terakhir selalu memimpin pertumbuhan pangsa pasar prosesor desktop.

Jason Grebe, Wakil Presiden Korporat, Manajer Umum Cloud Platforms and Technology Group Intel adalah orang yang mengkonfirmasi bahwa Intel telah kehilangan sebagian pangsa pasar ke AMD.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

AMD siapkan Ryzen 5 baru untuk bersaing dengan Intel Core i5

Intel i9-9900KS punya TDP 127W

Bocoran Cascade Lake X 10 core 20 threads mencuat


Dia mengatakan, saat ini Intel sudah harus menyoroti tantangan AMD lebih lanjut, yang kini harus dihadapi perusahaan untuk mempertahankan mayoritas pangsa pasar mereka.

Seperti diketahui, AMD berhasil mengambil banyak pangsa pasar dari Intel atas monopoli pasar x86. Mereka bahkan memicu perang harga pada skala yang belum pernah dilihat sebelumnya di pasar CPU sejak tahun 2000-an.

“Secara umum, jika ada penjualan CPU yang terjadi di planet ini, kami ingin terlibat di dalamnya. Kami ingin bersaing secara agresif di semua segmen,” kata Jabe dengan tegas, seperti dikutip dari laman Wccftech (9/9/2019).

Dia juga mengakui bahwa beberapa bulan terakhir ini, mereka mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan prosesor untuk di simpan. “Kami telah melalui jenis masalah pasokan dalam enam hingga 12 bulan terakhir di sisi PC, kami harus meninggalkan beberapa pangsa (laptop) mobile kelas bawah dan juga sebagian unit desktop. Tetapi karena kami terus meningkatkan situasi pasokan kami, kami akan terus menjadi lebih agresif di sana.”

Meskipun Jason tidak secara eksplisit mengakui bahwa kehilangan pangsa pasar adalah karena AMD, ia mengakui bahwa perusahaan kehilangan pangsa pasar di sisi laptop mobile dan desktop.

Alasannya tentu saja sederhana. AMD menawarkan prosesor Zen yang memberikan kinerja kompetitif dengan biaya yang jauh lebih rendah dan hal yang sama juga berlaku untuk sisi mobilitas. Selain itu, kombo Zen dan Vega laris manis di pasar laptop mobile.

Seorang analis juga bertanya tentang apa yang dilakukan Intel untuk bersaing dengan NVIDIA di bidang AI. Dan Intel memiliki jawabannya.

“Strategi kami tentang AI cukup mudah. Kita akan mulai dengan prosesor Xeon, yang merupakan lini produk inti kami. Kami akan membangun ASIC khusus untuk pelatihan dan inferensi (AI) agar dapat bersaing langsung dengan pesaing kami,” sebut Jason.

“Kami juga akhirnya akan memasuki bisnis GPU pada 1,5 tahun hingga dua tahun dari sekarang. Dan kami akan memiliki produk portofolio lengkap yang dapat melayani AI apa pun yang diperlukan. Kami pikir lebih dari 70 persen dari beban kerja selama beberapa tahun ke depan akan memiliki beberapa jenis AI.”

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: