Inisiatif Line dan WhatsApp bantu korban bencana di Palu-Donggala

Line dan WhatsApp bantu korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu-Donggala dengan cara yang berbeda.

Inisiatif Line dan WhatsApp bantu korban bencana di Palu-Donggala

Bencana alam gempa dan tsunami di daerah Palu dan Donggala (28/9), membuat pemerintah, masyarakat, maupun perusahaan swasta nasional atau asing turut berpartisipasi dalam membantu meringankan beban mereka yang sedang mengalami musibah tersebut. Setelah Apple yang menyumbangkan dana sekitar USD1 juta atau setara Rp15 miliar. Baru-baru ini, dua aplikasi perpesanan Line Indonesia dan WhatsApp juga turut membantu korban bencana alam di Palu dan Donggala.

Line Indonesia baru saja menghadirkan program donasi melalui stiker dan wadah donasi untuk para penggunanya, yang bekerja sama dengan KitaBisa.com. Mengusung tema Pray For Indonesia, Line Indonesia menghadirkan 8 buah stiker dengan berbagai karakter seperti Cony, Brown, Sally, dan lainnya.


BACA JUGA

Purwarupa desain baru Instagram, bakal sembunyikan jumlah like

Fitur atur balasan tweet di Twitter dibagikan Juni 2019

Tik Tok diblokir di India


Setiap pengguna yang mengunduh stiker ini, akan langsung berpartisipasi menyumbangkan untuk para korban bencana alam gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Tak hanya diluncurkan di Indonesia, Line juga menghadirkan stiker donasi ini di Jepang, Korea, Thailand, dan Taiwan. Hal ini tentunya dilakukan untuk semakin memperbanyak donasi yang terkumpul.

“Kami berduka cita yang mendalam atas bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah Palu dan Donggala serta area sekitar di Sulawesi Tengah. Untuk meringankan beban dari para sahabat kita yang menjadi korban, Line Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk bersama berbagi. Salah satunya melalui stiker donasi ini,” kata Managing Director Line Indonesia, Dale Kim.

Selain melalui stiker donasi, Line Indonesia turut membuka donasi publik melalui KitaBisa.com untuk menyumbang dana mereka kepada korban bencana alam. Line Indonesia juga menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk mengolah dana yang telah terkumpul dan memberikannya kepada para korban bencana alam tersebut.

Berbeda dengan Line Indonesia, aplikasi WhatsApp memiliki cara yang berbeda untuk membantu para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. WhatsApp mengklaim aplikasinya bisa diandalkan meski dalam kondisi darurat. Pasalnya setelah terjadi bencana alam tersebut, ACT menggunakan WhatsApp untuk memberikan informasi kepada pendonor terkait informasi terkini mengenai upaya penggalangan dana bagi korban bencana alam.

Kemudian tiga hari setelah bencana alam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penggalangan dana dari penduduk Aceh melalui WhatsApp dan sosial media lainnya. Bahkan, diklaim tim komunikasi Presiden hingga membuat grup WhatsApp khusus untuk upaya penanggulangan gempa dan tsunami di Sulawesi. Tentunya grup WhatsApp ini terdiri dari sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Komandan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepala Kepolisian Indonesia.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: