sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
Jumat, 10 Apr 2020 14:29 WIB

Ini penjelasan Kemenkominfo soal Satelit Nusantara Dua

Kemenkominfo bersama Indosat Ooredoo dan PSN memberikan penjelasan terkait peluncuran Satelit Nusantara Dua yang mengalami kegagalan mencapai orbit.

Ini penjelasan Kemenkominfo soal Satelit Nusantara Dua

Kementerian Kominfo bersama Indosat Ooredoo dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) memberikan penjelasan terkait peluncuran Satelit Nusantara Dua yang kemarin mengalami kegagalan mencapai orbit. Termasuk kelanjutan pelayanan Satelit Palapa-D terutama layanan penyiaran tv dan radio. Tak hanya itu, Kementerian Kominfo juga membicarakan terkait regulasi satelit internasional yang harus dipenuhi oleh Indonesia dalam penggunaan filing satelit indonesia kepada International Telecommunication Union (ITU). 

"Kementerian Kominfo bekerja sama dengan operator-operator untuk memastikan bahwa layanan penyiaran televisi dan radio yang selama ini dilakukan oleh satelit Palapa-D akan tetap dijamin pemancarannya dan tetap memberikan layanan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kementerian Kominfo juga akan menyampaikan di forum internasional ITU agar kegagalan peluncuran Satelit Nusantara Dua tidak memiliki efek yang merugikan bagi penggunaan filing satelit Indonesia, sehingga Indonesia dapat mempertahankan hak penggunaan satelit di slot orbit 113 derajat bujur timur tersebut," kata Menteri Kominfo RI, Johnny G Plate. 

Mengingat Satelit Palapa-D yang sebentar lagi akan deorbit, Indosat Ooredoo dan PSN akan mengambil langkah-langkah strategis agar pelayanan penyiaran tetap terjaga dengan baik. Termasuk potensi menggunakan dalam jangka pendek satelit-satelit yang tersedia di orbit yang saat ini tengah melayani kebutuhan ruang angkasa dan telekomunikasi serta penyiaran Indonesia, dapat digunakan untuk memastikan layanan penyiaran di Indonesia tetap terjaga dengan baik.  

"Dengan berat hati kami sampaikan bahwa semalam peluncuran satelit tidak sukses. Saat ini kami sampaikan bahwa Satelit Palapa-D masih beroperasi dengan normal 100%, sehingga saat ini tidak ada dampak sama sekali. Namun demikian, karena satelit akan memasukin end of life, maka sebagai contingency plan untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan oleh Palapa-D tetap berjalan dan tidak mengalami gangguan, kami sudah melaksanakan rencana kesinambungan bisnis, salah satunya adalah dengan mencari satelit pengganti. Kami akan terus memastikan layanan yang diberikan kepada pelanggan, khususnya pelanggan-pelanggan penyiaran maupun untuk komunikasi akan bisa dilayani dengan baik dan tidak terganggu," kata CBO Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena.

Sementara terkait regulasi satelit internasional, Kemenkominfo juga akan segera mengirimkan surat kepada International Telecommunication Union (ITU) untuk menetapkan status dalam status post major. Diketahui surat ini akan diajukan sebelum tanggal 15 Juni 2020. Hal ini dilakukan agar mendapatkan perpanjangan waktu untuk menyiapkan satelit baru yang akan menggantikan Satelit Palapa-D, dan membuat seluruh frekuensi yang sudah ditetapkan di dalam slot orbit 113 derajat bujur timur tersebut dapat tetap menjadi milik bangsa Indonesia. 

Share
×
tekid
back to top