Ini kata CEO Take-Two soal gim penyebab perilaku penembakan

CEO Take-Two, Strauss Zelnick mengatakan bahwa tidak etis menyalahkan gim sebagai penyebab kasus penembakan, apa lagi bagi para korban dan keluarganya.

Ini kata CEO Take-Two soal gim penyebab perilaku penembakan Ilustrasi Gim

Pernyataan pemerintah Amerika yang menyebut gim sebagai salah satu hal yang meningkatkan kasus penembakan di Amerika mengejutkan banyak orang. Terutama mereka yang bergelut di industri kreatif tersebut.

Salah satu penggiat industri gim, CEO Take-Two, Strauss Zelnick mengungkapkan opininya. Dia mengatakan, kekerasan senjata adalah masalah Amerika yang unik, sementara hiburan seperti video game dikonsumsi di seluruh dunia, dan tidak menimbulkan masalah yang sama.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Steam segera rilis layanan Remote Play untuk multipemain

Gamer ternyata paling banyak habiskan uang untuk gim Fortnite

PlayStation 5 bakal pakai prosesor setara Ryzen 7 3700X


“Anda dan saya sama-sama ayah. Kami adalah anak, kami adalah saudara kandung. Ini adalah tragedi yang mengerikan. Tragedi tak masuk akal. Sangat menyenangkan bagi kita berbicara mengenai hiburan, tapi ada korban yang berguguran. Tapi tak etis menurut saya menyalahkan industri gim terkait kasus ini, terutama bagi para korban dan keluarganya,” kata Strauss.

“Hiburan adalah bagian dari kesenangan sehari-hari orang-orang, dan itu dikonsumsi di seluruh dunia, dan itu sama di seluruh dunia. Kekerasan senjata adalah hal yang unik di Amerika. Itu harus berubah, dan itu hanya akan berubah ketika kita mengatasi masalah nyata.”

Sebenarnya, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa gim adalah sumber masalah dari banyak kasus penembakan di Amerika. Faktanya, hal ini sangat tidak benar. Salah satu Psikolog Amerika mengatakan bahwa gim menyebabkan penembakan sama besarnya dengan sebuah pisang jadi alasan untuk bunuh diri. Tak masuk akal.

Ada juga Psikolog yang mengatakan bahwa menyalahkan gim sebagai alasan penembakan sama seperti mengatakan pelaku memakai sepatu. Mereka memang menggunakan sepatu, tetapi demikian juga orang lain, yang juga menggunakan sepatu.

“Kita harus memikirkan kapan kita lebih nyaman mencari hal lain untuk disalahkan. Saya belum pernah mendengar senator berbicara tentang video game ketika seorang imigran melakukan kejahatan,” kata salah satu Psikolog asal Amerika, James Ivory.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Game