Inggris ingin tombol Like pada Facebook dihilangkan

Pemerintah Inggris meminta pihak Facebook untuk menghilangkan tombol like untuk para pengguna di bawah umur.

Inggris ingin tombol Like pada Facebook dihilangkan Facebook (Pexels)

Pihak pemerintah Inggris pada akhirnya setuju untuk menghilangkan praktik yang disebut sebagai praktik ‘dorongan’ di media sosial. Hal ini mereka lakukan untuk melindungi para pengguna media sosial di bawah 18 tahun dari ‘dorongan’ untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

Hal ini termasuk tombol ‘like’ di Facebook. Rekomendasi tersebut merupakan bagian dari kode praktik 16 aturan baru untuk desain sesuai usia yang disusun oleh pengawas data Inggris, Kantor Komisi Informasi (ICO).


BACA JUGA

WhatsApp, Instagram hingga Youtube diblokir di Sri Lanka

Facebook ciptakan AI pengubah video menjadi gim

Facebook bakal gabung News Feed dan Stories


Pemerintah Inggris pun meminta pihak Facebook untuk menghilangkan tombol ‘like’ di platform mereka. Begitu juga dengan Snapchat, mereka meminta ‘Snapchat stikes’ untuk dicopot. Tentu saja, hal ini bukan sebuah hal yang mudah dilakukan.

Engadget (16/4) melaporkan, selain itu, pihak Inggris juga memiliki saran lain, termasuk mematikan pelacakan lokasi secara default untuk pengguna yang lebih muda, membuat sistem verifikasi usia yang lebih "kuat", membatasi bagaimana data anak-anak dikumpulkan, digunakan, serta dibagikan, dan memberi tahu anak-anak jika orang tua memantau aktivitas online mereka.

ICO mengatakan, peraturan ini dibuat setelah mendapatkan pandangan dari ahli dan terdapat berbagai bukti yang dikumpulkan dari perancang, pengembang aplikasi, akademisi dan masyarakat sipil.

Pihak pemerintah bahkan telah berbincang kepada 280 anak-anak sebagai bagian dari penelitiannya. Hal ini ditujukan untuk melindungi anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagi mereka yang gagal mematuhi standar keselamatan akan menghadapi hukuman yang sama, termasuk denda hingga USD23 juta (sekira Rp323 miliar) atau 4 persen dari omset global tahunan perusahaan, tergantung mana yang lebih tinggi.

Peraturan ini pun masih akan terus digodok hingga akhir April nanti. Namun, belum diketahui kapan peraturan ini akan segera diberlakukan. Pihak Facebook dan Snapchat pun belum memberikan komentar mereka.

Ini bukan pertama kali teknik keterlibatan media sosial mendapat kecaman di Inggris. Tahun lalu, sejumlah mantan staf Facebook, termasuk Leah Pearlman, salah satu penemu tombol Like Facebook mengatakan bahwa platform tersebut sengaja membuat fitur untuk membuat pengguna kecanduan aplikasi. Facebook membantah tuduhan itu.

Polisi Inggris juga sebelumnya telah mengangkat masalah keamanan anak atas Snap Map milik Snapchat. Untuk mematuhi hukum GDPR UE, Snap mengatakan tidak akan lagi menyimpan riwayat lokasi di bawah 16 tahun. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: