Indosat Ooredoo ajak generasi muda bikin solusi digital

Indosat Ooredoo pun mengajak generasi muda di Indonesia untuk menuangkan ide guna mengatasi masalah global.

Indosat Ooredoo ajak generasi muda bikin solusi digital

Indosat Ooredoo menyelenggarakan Global Goals Jam  Jakarta. Puluhan generasi muda Indonesia dengan berbagai latar belakang mengambil bagian pada rangkaian acara dunia dengan melakukan ideathon (idea marathon) untuk memecahkan 17 permasalahan global sebagaimana tertuang dalam SDGs (Sustainable Development Goals). 

Tak ketinggalan, Indosat Ooredoo pun mengajak generasi muda di Indonesia untuk menuangkan ide guna mengatasi masalah global. Di antara tema solusi yang bisa diangkat oleh peserta adalah terkait kesehatan, pendidikan hingga kesejahteraan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Indosat Ooredoo resmi jual 3100 menara

Indosat Ooredoo klaim paket Freedom Internet anti bingung

ATSI dorong percepatan rangkumnya Permen pengendalian IMEI


"Tingkat kematian bayi di Indonesia itu tinggi dibanding negara Asia lainnya. Indonesi juga negara dengan pengidap TBC ke-3 tertinggi setelah India dan Tiongkok, utamanya karena rokok... Terkait edukasi, di Indonesia muncul adanya ketidaksenjangan di pusat dan daerah mengenai penyerapan teknologi. Ini juga menjadi tantangan menuju 2020," kata Arief Musta'in, Director & Chief Innovation and Regulatory Officer Indosat Ooredoo.

Untuk diketahui, Global Goals Jam merupakan bagian dari program World Industrial Design Day (WIDD), World Design Organisation (WDO), yaitu lembaga internasional mitra Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang juga diselenggarakan di 85 kota seluruh dunia.

“Sejalan dengan strategi LEAD perusahaan, Indosat Ooredoo ingin menjadi bagian dari transformasi sosial dimana kami mengajak para generasi muda untuk mengambil peran pada keadaan sekitar. Kami yakin peran serta generasi muda Indonesia dengan berbagai latar belakang ini mampu melahirkan solusi bersama untuk menjadikan Indonesia dan dunia menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Global Goals Jam didirikan oleh Marco van Hout dan Gijs Gootjes dari Digital Society School (DSS), Boaz Paldi, Simon van Woerden dan Hana Omar dari UNDP dan telah dikembangkan lebih lanjut serta dikoordinasikan oleh Anneke van Woerden (DSS). Dalam edisi pertama di 2016, 17 kota ikut berpartisipasi.

Pada 2017, Global Goals diikuti oleh 45 kota, sedangkan di 2018 diikuti oleh 75 kota. Di tahun ini peserta telah berkembang menjadi lebih dari 85 kota yang ikut berpartisipasi. Ribuan peserta telah menggunakan metodologi “design sprint” dan saat ini telah menjadi bagian dari komunitas pembelajaran yang berkembang di sekitar SDGs.

WDO sendiri memiliki Status Konsultatif Khusus PBB, yang sebelumnya dikenal sebagai International Council of Societies of Industrial Design (Icsid). Ini merupakan organisasi internasional nonpemerintah yang mempromosikan profesi desain industri dan kemampuannya untuk menghasilkan produk, sistem, layanan, pengalaman, bisnis dan industri yang lebih baik, sehingga pada akhirnya mewujudkan lingkungan dan masyarakat yang lebih baik.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: