Indonesia kedatangan kamera beresolusi tertinggi di dunia dari Fujifilm

Kombinasi dari sensor gambar terbaru dengan chip X-Processor 4 memungkinkan kamera ini digunakan pada kebutuhan produksi video berkualitas tinggi.

Indonesia kedatangan kamera beresolusi tertinggi di dunia dari Fujifilm

Indonesia baru saja kedatangan kamera mirrorless dengan resolusi tertinggi di dunia. Adalah Fujifilm GFX100, sebuah kamera dengan tipe medium format terbaru yang memiliki sensor gambar 102 MP. Sebagai informasi, sensor pada medium format memiliki ukuran lebih besar 1,7 kali lipat dari ukuran sensor gambar full-frame. Perusahaan asal Jepang tersebut mengklaim GFX100 hadir sebagai pengubah permainan dalam teknologi dan kemampuan kamera digital.

“Kami ingin selalu tampil beda dan menghadirkan inovasi terbaru ke pasar. GFX100 adalah inovasi untuk seluruh masyarakat. Kami tidak akan berhenti menawarkan inovasi. GFX100 adalah satu-satunya kamera dengan sensor gambar tertinggi di dunia, menawarkan 102 MP untuk menampilkan hasil foto dengan detil dan sempurna,” kata Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, Noriyuki Kawakubo.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Canon EOS C500 Mark II bisa rekam video pada resolusi 5,9K

Sony umumkan dua mirrorless tipe APS-C terbaru

Canon klaim M6 Mark II adalah 90D dalam bodi mirrorless


Pertama kali unjuk gigi di ajang fotografi terbesar di dunia, Photokina 2018, GFX100 diinformasikan bukan hanya sekedar memamerkan resolusi tinggi. Teknologi tersebut juga dikembangkan untuk masa mendatang di mana dunia fotografi menginginkan hasil yang jernih. Selain itu, GFX100 juga menjanjikan kualitas video 4K dengan kedalaman warna 10 bit.

Kombinasi dari sensor gambar terbaru dengan chip X-Processor 4 memungkinkan kamera ini digunakan pada kebutuhan produksi video berkualitas tinggi. Tetapi sayangnya resolusi rekaman 4K yang dimilikinya masih menampilkan refresh rate 30 fps.

Berbicara sensor gambar, GFX100 juga merupakan kamera medium format pertama yang memegang teknologi BSI. Artinya, di belakang sensor gambar menggunakan teknik copper wiring sehingga mampu menangkap kecepatan data hingga 60 persen jika dibandingkan dengan sensor konvensional yang masih menggunakan alumunium wiring.

Tidak berhenti di situ saja, Fujifilm juga mengklaim GFX100 sebagai kamera medium format dengan fitur stabilisasi di dalam bodi (IBIS). Oleh karenanya sistem peredam getaran tangan dapat diatasi dengan menggerakkan sensor. Fujifilm juga menyatakan penerapan IBIS pada medium format lebih rumit daripada format kamera full-frame. Teknologi IBIS yang dipegangnya menawarkan 5 arah stabilisasi.

Selain itu, sistem phase detection hybrid AF menggunakan 3,76 juta piksel phase detection hampir di seluruh sensor, sehingga memungkinkan para fotografer melakukan fokus subjek di manapun asalkan masih dalam skema satu frame.

Fujifilm merancang GFX100 dengan bodi yang cukup tangguh karena dilengkapi dengan 95 poin penutup tahan cuaca. Dengan demikian kamera ini menjanjikan ketahanan terhadap air dan debu. Material magnesium pada bodinya juga ringan dan sangat kuat. Ini merupakan kamera dari keluarga GFX yang terintegrasi dengan vertical grip.

Pada bagian belakang, GFX100 dilengkapi dengan layar LCD berukuran 3,2 inci beresolusi 2,36 juta dot. Layar LCD tersebut dilengkapi pula dengan teknologi panel sentuh demi memudahkan akses menu dan lainnya. Layar ini dilengkapi dengan engsel yang memungkinkannya bergerak dalam tiga arah.

Selain via layar LCD, fotografer juga dapat membidik subjek via electronic viewfinder (EVF) OLED beresolusi 5,75 dot. Fujifilm merancang EVF dapat dilepas agar bodi GFX100 memiliki form factor yang lebih kecil. Uniknya, EVF ini dapat diputar dan dilipat ke atas sehingga memberikan keleluasaan fotografer pada saat memotret. Harga yang disematkan Fujifilm untuk kamera GFX100 ini adalah, Rp154.999.000 (body only).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: