sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
Rabu, 23 Jun 2021 13:01 WIB

India selidiki praktik monopoli smart TV Google

Competition Commission of India mengatakan telah menemukan praktik atas Google yang mengharuskan produsen smart TV untuk menginstal semua aplikasinya.

India selidiki praktik monopoli smart TV Google

Competition Commission of India (komisi pengawas perdagangan India) telah memerintahkan untuk melakukan penyelidikan atas dugaaan pada Google terkait praktik monopoli yang dilakukannya, untuk produk Android smart TV yang mendominasi di negara itu. Informasi itu muncul beberapa jam setelah Uni Eropa membuka secara resmi penyelidikan antimonopoli atas dugaan bahwa Google menyalahgunakan peran utamanya di sektor teknologi periklanan.

Competition Commission of India mengatakan telah menemukan praktik atas Google yang mengharuskan produsen smart TV untuk menginstal semua aplikasinya. Hal ini dapat membuat produsen tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memilih alternatif dari aplikasi lain, selain milik Google.  

Sekitar 8 juta perangkat smart TV terjual di India pada tahun 2019, lebih dari 60% di antaranya didukung oleh sistem operasi Android Google. Secara langsung, ini juga berarti Google memanfaatkan dominasinya atas Play Store untuk melindungi pasarnya. Komisi itu mengatakan jika praktik Google itu pada akhirnya telah melanggar Undang-Undang antimonopoli.

Dalam kesempatan lain, Google yang menganggap India sebagai pasar terbesar membantah telah melakukan kesalahan. Juru bicara perusahaan menyampaikan jika praktik lisensi smart TV dalam Google telah mematuhi semua Undang-Undang persaingan dagang yang berlaku. 

Dilansir dari TechCrunch (23/6), sebenarnya Competition Commission of India sudah mulai menyelidiki dugaan itu tahun lalu. Mereka mengatakan jika Google telah melanggar Undang-Undang antimonopoli atau persaingan perdagangan tidak sehat. Komisi secara awal menyatakan bahwa Google telah mengurangi kemampuan dan insentif dari produsen perangkat untuk mengembangkan serta menjual perangkat yang beroperasi pada versi alternatif Android yaitu Android fork. Dengan demikian, Google juga telah membatasi pengembangan teknis dan ilmiah yang berkaitan dengan barang atau jasa, yang nantinya dapat merugikan konsumen. Pernyataan ini berdasarkan pada praktik Google yang membuat pra instalasi aplikasi Play Store secara bersyarat dalam penandatanganan ACC (Android Compatibility Commitments) untuk semua perangkat Android, yang diproduksi, didistribusikan, atau dipasarkan oleh produsen perangkat,.

 ACC itu dapat menghalangi produsen perangkat untuk memproduksi, mendistribusikan, atau menjual perangkat lain yang beroperasi secara kompetitif pada sistem operasi Android lain. Oleh karena itu,  praktik yang dilakukan Google terkait pembuatan pra-instalasi secara bersyarat di India, dapat membatasi pengembangan sistem operasi Android Fork. Berdasarkan pembatasan itu mengakibatkan Google dinyatakan melakukan pelanggaran atas Undang-Undang antimonopoli.

Ini menjadi minggu yang berat bagi raksasa teknologi Amerika itu di India. Pada Senin malam kemarin, India juga mengusulkan aturan ketat e-commerce yang dapat berpotensi merugikan Amazon dan Flipkart Walmart.

Perintah penyelidikan dugaan praktik monopoli ini adalah penyelidikan kasus antimonopoli ketiga yang sedang berlangsung di India terhadap Google. Akhir tahun lalu, Competition Commission of India membuka penyelidikan terhadap Google karena diduga menyalahgunakan posisi dominan Play Store untuk mempromosikan layanan pembayarannya di India

 

Share
×
img
×
tekid
back to top