Ilmuwan kembangkan drone yang dapat menciut saat terbang

Sistem komponennya memungkinkan lengan berputar secara bebas dan gaya pegasnya bisa konstan memberikan momentum untuk berubah bentuk.

Ilmuwan kembangkan drone yang dapat menciut saat terbang

Penggunaan drone sudah menjadi mainstream, dengan demikian orang menjadi kreatif dengan mengembangkan ide-ide baru untuk pengembangan drone. Dilansir dari DP Review (8/8), para tim peneliti di High Performance Robotics Labolatory (hiPeRLab) UC Berkeley, telah menciptakan ‘Passively Morphing Quadcopter’ yang secara sementara dapat mengecil agar dapat melewati ruang kecil.

Meskipun ini bukan drone pertama yang dapat berubah bentuk menjadi kecil sembari terbang, namun drone ini adalah satu-satunya yang dapat mengubah bentuknya tanpa menggunakan komponen hardware tambahan. Fitur ini membantu menghemat masa pakai baterai, memungkinkan Passively Morphing Quadcopter tersebut terbang lebih lama.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Peneliti andalkan drone untuk pelajari hutan Amazon

Drone baru dari Parrot punya headset kokpit

Perusahaan penerbangan AS uji coba drone otonom untuk kargo


Sistem komponennya memungkinkan lengan berputar secara bebas dan pegas gaya konstan memberikan momentum untuk berubah bentuk. Ketika tidak ada dorongan yang diberikan, pegas menarik lengan ke konfigurasi terlipat.

Ketika drone mendekati celah yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuknya, ia dapat merencanakan jalur yang memungkinkan lengannya terlipat saat terbang melalui ruang kecil. Rotor dimatikan dan setelah drone melewati celah, ia akan terbang seperti semula. Meski konfigurasi ini dapat menawarkan sejumlah aplikasi berguna di dunia nyata, seperti memeriksa area yang sulit dijangkau manusia, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan oleh tim HiPeRLab sehingga menjadi alat pembuatan film yang inovatif.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: