Huawei kurangi produksi smartphone

Pasca masuk dalam daftar hitam pemerintah AS, Huawei dilaporkan mengurangi produksi smartphone miliknya.

Huawei dilaporkan memangkas produksi smartphone-nya setelah menerima pelarangan yang dijatuhkan pemerintah Amerika Serikat. Hal ini mencuat setelah kabar yang menyebutkan kalau Foxconn telah menghentikan beberapa lini produksi untuk smartphone Huawei sebagai tanggapan dari berkurangnya permintaan.

Dilansir dari Engadget (3/6), belum diketahui apakah pengurangan produksi ini hanya berlaku dalam waktu singkat, atau justru bertahan dalam waktu yang lebih lama. Keadaan ini menjadi ironi bagi Huawei. Pasalnya sebelum ini, permintaan produksi smartphone Huawei baru saja ditingkatkan. Keadaan itu pula yang mendorong Foxconn untuk merekrut pegawai baru demi permintaan tersebut.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Huawei Watch GT2 dirilis, daya tahan sampai 2 pekan

Huawei klaim sudah jual lebih dari sejuta Mate 30 series dalam tiga jam

Huawei ketahuan punya paten Mate X 2


Engadget melaporkan bahwa Foxconn enggan berkomentar terkait masalah ini. Demikian pula dengan Huawei, yang awalnya juga menolak untuk berkomentar

Untuk diketahui, Foxconn merupakan perusahaan manufaktur yang berbasis di Taiwan. Perusahaan ini merakit sejumlah smartphone dari vendor-vendor besar dunia. Sebut saja, Apple. Kendati Apple berasal dari Amerika, sebenarnya Foxconn lah yang merakitnya. Pun juga dengan Xiaomi. Huawei menjadi salah satu perusahaan yang mempercayakan Foxconn sebagai rekan bisnisnya.

Sebagaimana diketahui, dengan jatuhnya sanksi penangguhan dari pemerintah Amerika Serikat, Huawei kehilangan sejumlah rekan bisnis vitalnya, termasuk Google. Dengan hengkangnya Google, smartphone Huawei di masa depan tidak lagi bisa menikmati dukungan Google Services. Artinya, sejumlah layanan seperti Google Mail, Play Store dan layanan lain yang terkait dengan Google tidak akan lagi terdapat di smartphone Huawei di masa depan.

Untuk itu, Huawei dilaporkan sudah menyiapkan rencana cadangan dengan membuat sistem operasi sendiri berbasis AOSP dengan nama Ark OS. Tak cuma itu, perusahaan asal Cina itu dikabarkan juga menggandeng Aptoide untuk menjadi toko aplikasi di sistem operasinya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: