Huawei janji akan balikkan uang pengguna jika Google tidak berjalan di perangkat Huawei

Untuk saat ini, program tersebut baru akan dilakukan di beberapa negara terpilih saja. Dan negara pertama yang akan mendapatkan program tersebut adalah Filipina.

Huawei janji akan balikkan uang pengguna jika Google tidak berjalan di perangkat Huawei Huawei P20 Pro (Ubergizmo)

Baru-baru ini, pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei mengatakan bahwa penjualan smartphone telah anjlok 40 persen. Hal ini membuat mereka diproyeksikan akan kehilangan pendapatan tahun ini hingga USD30 miliar atau Rp427 triliun.

Hal ini membuat Huawei harus mengamankan jumlah penjualan perangkat mereka ke depannya. Salah satunya adalah menjanjikan pengembalian uang secara utuh jika ada aplikasi yang tidak berjalan di perangkat smartphone mereka.


BACA JUGA

Cine Lens dan Camera Matrix, dua fitur baru dari Huawei

Gara-gara AS, penjualan Huawei turun 1,9%

Hongmeng OS bakal debut bersama TV pintar pertama Huawei


Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari laman Gizmochina (20/6/2019), aplikasi yang dimaksud bukan aplikasi Google saja, seperti YouTube, Gmail, dan lainnya. Melainkan beberapa aplikasi lain seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, atau aplikasi populer lain juga termasuk dalam bagian yang di-cover.

Namun, untuk saat ini program pengembalian dana tersebut hanya dilakukan di beberapa negara saja. Salah satunya adalah Filipina, untuk saat ini. Dengan jaminan seperti itu, perusahaan berusaha untuk mempertahankan penjualan perangkat dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Huawei juga telah mengkonfirmasi tawaran tersebut dan telah memberikan pernyataan. “Ini merupakan inisiatif dari distributor kami dengan dealer kami," kata perwakilan pihak Huawei.

Pada saat-saat yang sulit ini, penjual dan distributor di Filipina mendukung Huawei dan lebih dari 30 mitra penjual dan dealer telah menjadi bagian dari program garansi khusus tersebut.

Saat ini, Huawei memegang tempat nomor dua untuk penjualan ponsel pintar global pada kuartal pertama 2019. Namun, karena ada perang dagang antara Amerika dan China, Huawei harus menyerahkan posisi tersebut ke Apple.

CEO Huawei mengatakan bahwa perusahaan tidak menyangka bahwa Amerika akan menyerang dengan tekad seperti itu dan dalam skala besar. Perusahaan asal Cina ini memiliki pertumbuhan tanpa cacat dan juga mematahkan pendapatan USD100 miliar atau Rp1.423 triliun untuk pertama kalinya.

Tetapi catatan pertumbuhan itu kini telah berakhir karena larangan oleh Amerika Serikat. Namun, perusahaan berharap untuk melihat harapan baru di tahun 2021.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: