sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
Selasa, 23 Feb 2021 08:20 WIB

Huawei jajal bisnis lain demi tutupi lemahnya pasar ponsel

Sekarang Huawei mengalihkan perhatiannya ke model bisnis lain dan salah satunya adalah menyediakan keahlian teknologi mutakhirnya untuk para peternak babi.

Huawei jajal bisnis lain demi tutupi lemahnya pasar ponsel

Bisa dibilang Huawei memiliki beberapa masalah yang dihadapinya dalam satu tahun terakhir. Perusahaan asal Tiongkok ini sedang berada di bawah pembatasan yang bersifat melemahkan dari pemerintah Amerika Serikat, menuduhnya sebagai ancaman keamanan besar yang tidak boleh dikaitkan oleh bisnis AS.

Dampak dari larangan tersebut masih dirasakan oleh Huawei. Hal ini dikarenakan mengubah rencana pertumbuhan bisnis ponsel mereka secara signifikan. Dampak larangan terebut juga diduga menjadi penyebab penjualan merek Honor demi menopang investasinya dan mungkin memastikan Honor tidak runtuh di bawah sanksi tersebut.

Huawei terus bersikeras bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan pemerintah Tiongkok dan tidak melakukan spionase apa pun untuk pemerintah Tiongkok. Perusahaan ini mengklaim telah mengalami cedera parah di bawah pembatasan AS yang tidak adil dan tidak beralasan yang telah mengasingkan mereka dari pemasok asal AS. Huawei tidak dapat mengakses chip dan hardware 5G untuk stasiun pangkalannya, serta komponen software untuk ponsel 5G flagship.

Dilansir dari Gizmochina (23/2), sekarang Huawei mengalihkan perhatiannya ke model bisnis lain dan salah satunya adalah menyediakan keahlian teknologi mutakhirnya untuk para peternak babi. Di mana teknologi ini akan mempersonalisasi proses pemantauan dan memberi pakan dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah. Ini merupakan tambahan dari sejumlah bidang teknologi non-inti yang secara bertahap dilakukan perusahaan seperti pertambangan.

Huawei terus memantapkan mereknya meski sedang berusaha keluar dari beban sanksi AS, yang menurut pengamat industri mungkin tidak akan dicabut dalam waktu dekat bahkan dengan pergantian pemerintahan dari Trump ke Biden.

Meski demikian, perusahaan ini belum sepenuhnya meninggalkan bisnis ponselnya. Mereka masih mengejar pertumbuhan di segmen itu, dengan jadwal rilis dua ponsel kelas atas yang segera menerapkan HarmonyOS pada perangkat tersebut. Ini akan menjadi lompatan signifikan bagi Huawei, karena terus menghindari pembatasan AS.

Share
×
tekid
back to top