Huawei bantu pemulihan jaringan operator telekomunikasi di Lombok

Diklaim saat bencana tersebut terjadi, sebanyak 542 titik Base Tranceiver Station (BTS) dari total 1.133 BTS yang didukung Huawei di Pulau Lombok mengalami gangguan

Huawei bantu pemulihan jaringan operator telekomunikasi di Lombok

Huawei baru saja mendukung upaya pemulihan jaringan operator telekomunikasi yang terkena dampak bencana gempa berkekuatan 7 skala Richter pada wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Diklaim saat bencana tersebut terjadi, sebanyak 542 titik Base Tranceiver Station (BTS) dari total 1.133 BTS yang didukung Huawei di Pulau Lombok mengalami gangguan atau tidak berfungsi akibat pasokan listrik yang sempat terganggu. Tentunya hal tersebut berakibat pada beberapa jaringan operator telekomunikasi tidak bisa digunakan untuk sementara waktu. 

“Sejak bencana gempa mengguncang Lombok pada Minggu lalu, kami terus mendukung upaya pemulihan jaringan telekomunikasi milik operator seluler. Kami menyadari pentingnya fungsi infrastruktur telekomunikasi dalam setiap aktivitas manajemen bencana. Huawei mengerahkan 16 teknisi senior yang terlibat dalam 49 tim guna membantu pemulihan jaringan operator yang terdampak,” kata GM Area Jateng, Jatim, Balinusra Huawei Indonesia, Syarbeni. 

Untuk mendukung pemulihan jaringan tersebut, Huawei telah membentuk satuan tugas bencana alam dan menerapkan sistem pelaporan berkala atas kondisi serta stabilitas jaringan yang terkena gempa. Syarbeni juga mengatakan bahwa dalam waktu 96 jam telah terdapat 502 BTS yang telah dipulihkan. Bahkan diklaim sekitar 92,6 persen jaringan sudah bisa beroperasi secara normal. 

Selain itu, Syarbeni juga menjelaskan bahwa Huawei bisa membantu operator untuk memantau kondisi jaringan dengan menggunakan teknologi real-time monitoring. Teknologi tersebut juga sebagai upaya pemulihan layanan komunikasi oleh operator telekomunikasi bisa kembali berjalan normal dengan cepat. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: