Hati-hati pemain Fortnite, ada malware berkedok cheat!

Dengan pemain berjumlah 250 juta, Fortnite menjadi target utama para kriminal siber untuk menyebarkan malware berbahaya bernama Syrk. 

Hati-hati pemain Fortnite, ada malware berkedok cheat!

Menurut data Statista, Fortnite memiliki 250 juta pengguna terdaftar. Dengan jumlah pemain sebanyak itu, selain menjadi fenomena global, Fortnite juga menjadi sasaran tembak oknum tidak bertanggung jawab.

Salah satu kerentanan yang terjadi dalam gim ini adalah, malware yang menjanjikan kemenangan tapi ternyata malah membuat data pemain hilang.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mantan pegawai Yahoo bobol akun pengguna untuk cari foto tak senonoh

Ransomware serang lembaga pemerintah Texas

Sistem pengenalan wajah Biometric Exit siap identifikasi penumpang


Peneliti spesialis keamanan cloud, Cyren, menemukan alat cheat, yang menjanjikan pemain untuk mengalahkan lawan. Dikenal banyak peneliti keamanan siber sebagai "Syrk" dengan nama file, "SidneyFortniteHacks.exe," merupakan ransomware, yang tersamarkan. 

Tujuan malware ini sebenarnya adalah, untuk mencurangi pengguna agar peretas bisa menguras uang gamer. Maharlito Aquino dan Kervin Alintanahin dari Cyren mengatakan, mereka menduga malware ini dibagikan melalui situs berbagi unduhan di forum pengguna Fortnite.

Modus penipuan penjahat siber di balik Syrk tidak sekedar menyamarkan malware sebagai alat bermain curang di Fortnite. Mereka juga menyamar ransomware lama yang dikenal sebagai Hidden-Cry. Hidden-Cry sudah terkenal sebagai malware ganas yang menyerang perangkat Windows 2015 silam.

Cara kerja ransomware berkedok alat cheat Fortnite ini adalah sebagai berikut. Ketika Anda mengunduh alat cheat, Anda akan mendapatkan file sebesar 12MB. Di dalamnya ada beberapa file yang tertanam. Setelah Anda menjalankan unduhan file ini, Anda akan mulai diminta melakukan sejumlah hal. Hal-hal yang harus pengguna lakukan antara lain, menghubungkan file ke ke server command-and-control. Lalu file ini akan menggunakan tweak registri Windows untuk menonaktifkan Windows Defender dan Acces Control pengguna. Beberapa sumber daya Windows yang dapat menghalangi malware infeksi Syrk ini pun mereka monitor secara ketat, termasuk Task Manager.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: