Harga smartphone Xiaomi di masa depan bakal lebih mahal

CEO Xiaomi, Lei Jun dalam sesi tanya jawab yang diabadikan oleh TechNode menyatakan bahwa harga ponsel Xiaomi di masa depan kemungkinan lebih mahal.

Harga smartphone Xiaomi di masa depan bakal lebih mahal (Foto: Hitek)

Smartphone Xiaomi dikenal banyak orang di berbagai negara karena banderol harga yang terjangkau. Kendati demikian, vendor smartphone asal China itu menawarkan spesifikasi yang mumpuni meski ponselnya dijual dengan harga yang murah. Ponsel andalannya pun masih bisa dibanderol dengan harga terjangkau meski fiturnya tak kalah canggih dari vendor lain.

Sayangnya tak banyak orang menyadari hal tersebut. Terkadang harga yang murah kerap disepadankan dengan kualitas produk yang rendah. Oleh karena itulah Xiaomi berniat melakukan perubahan.


BACA JUGA

Black Shark 2 resmi luncur, begini spesifikasinya

Harga ponsel lipat Xiaomi setengah dari Huawei Mate X

Pocophone F2 bakal jalankan OS Android Q


CEO Xiaomi, Lei Jun dalam sesi tanya jawab bersama TechNode menyatakan bahwa harga ponsel Xiaomi di masa depan kemungkinan lebih mahal dibanding harga yang biasanya mereka patok. Dia merasa prihatin dengan reputasi perusahaannya yang dikenal dengan smartphone murah.

"Sebenarnya kami ingin menyingkirkan reputasi bahwa ponsel kami berharga kurang dari RMB2.000 (Rp4,2 jutaan). Kami ingin berinvestasi lebih banyak dan membuat produk yang lebih baik," kata Lei Jun.

Meski menyatakan harga ponsel Xiaomi akan lebih tinggi, dia segera menegaskan bahwa kenaikannya tak akan signifikan. "Saya katakan secara internal bahwa ini mungkin terakhir kali harga (ponsel) kami di bawah RMB3.000 (Rp6,3 jutaan)... Di masa depan, ponsel kami mungkin akan lebih mahal, tidak banyak tapi sedikit lebih mahal," ujarnya.

Harga yang dimaksud Jun adalah sekitar USD450 (Rp6,4 juta), mengacu pada Mi 9 yang dijual seharga RMB2.999 (Rp6,3 juta). Dilansir Phone Arena (8/3), selama setahun terakhir vendor smartphone lain memang telah menaikkan harga flagship mereka sehingga menjadikannya lebih premium. Tampaknya Xiaomi akan mengikuti langkah vendor lain tersebut, meskipun harganya terbilang tetap lebih terjangkau.

Pernyataan Lei Jun itu memang tak begitu mengejutkan mengingat perusahaan telah memisahkan Redmi sebagai merek independen. Redmi akan berfokus pada smartphone yang terjangkau. Di masa depan, perbedaan harga antara Redmi dan Xiaomi kemungkinan akan semakin kentara. Dengan begitu, Xiaomi bisa mensejajarkan dirinya dengan vendor lain seperti Huawei dalam hal harga.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: