Harga komponen yang terjangkau, bikin IoT jadi masif di Indonesia

Untuk menyiasati harga perangkat IoT, Hendra mengusulkan agar perangkat tersebut dirancang di Tanah Air, sebagaimana skema Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Harga komponen yang terjangkau, bikin IoT jadi masif di Indonesia (Foto: Lely Maulida/Tek.id)

Sejumlah perusahaan di Indonesia mulai mengimplementasikan Internet of Things (IoT) meski dalam skala yang kecil. Agar implementasi IoT semakin masif, diperlukan efisiensi harga akan perangkat IoT. Demikian penuturan Hendra Sumiarsa, VP Business Dev IoT & Smart City Indosat Ooredoo dalam konferensi Asia IoT Business Platform (AIBP).

Menurut Hendra, harga perangkat IoT harganya cukup mahal. Apalagi ketika perangkat tersebut mencapai kebutuhan yang tinggi. "Agar IoT masif, harganya harus terjangkau. Supaya terjangkau, harus ada kapasitas industri dalam negeri. Sensor-sensor dari luar negeri itu mahal," kata Hendra.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Telkomsel terapkan solusi IoT di truk tangki Pertamina

Alibaba klaim prosesor barunya paling kuat

MediaTek perkenalkan i700, platform AI baru untuk IoT


"Kita pernah coba ngetes-ngetes jaringan IoT dengan perangkat IoT yang terpaksa beli dari vendor. Misalnya meter air digital harganya beberapa ratus ribu karena tidak terkoneksi. Tapi begitu ada modul komunikasi, harganya jadi dua juta," ujarnya.

Untuk menyiasati harga perangkat IoT, Hendra mengusulkan agar perangkat tersebut dirancang di Tanah Air, sebagaimana skema Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang diterapkan pada smartphone 4G.

"Misalnya bikin casing di dalam negeri, power-nya, baterainya buatan dalam negeri, di produksi massal. Harganya jadi murah," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, beberapa stakeholder termasuk operator telekomunikasi yang terangkum dalam asosiasi IoT secara rutin menggelar pertemuan dengan pihak terkait lainnya seperti pabrikan perangkat, startup hingga perusahaan dan pihak terkait lainnya. 

Lebih lanjut Hendra juga mengharapkan konferesi atau wadah IoT lainnya mampu menghasilkan dokumentasi spesifikasi teknis atas perangkat IoT. Dengan begitu, spesifikasi tersebut bisa menjadi acuan pabrik dan arah industri semakin jelas.

Ketika opsi produksi dalam negeri belum bisa dicapai, Hendra mengharapkan dapat mengundang perusahaan luar negeri untuk membuka pabrik di Indonesia.

"Kalau belum bisa kita undang perusahaan luar untuk tes di sini. (Tetapi) kalau bisa ya dari Indonesia sendiri," katanya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: