Hanya 3 persen perempuan yang menyutradarai film animasi

USC Annenberg Inclusion Initiative telah membuat studi yang mengungkapkan bahwa perusahaan animasi terlambat mempromosikan wanita sebagai sutradara.

Hanya 3 persen perempuan yang menyutradarai film animasi Source: Medium

Sebuah studi terbaru dari USC Annenberg Inclusion Initiative, mengungkapkan, bahwa perusahaan animasi terhambat untuk mempromosikan perempuan menyutradarai film yang mereka buat. Dilansir dari Variety (10/6), dalam 12 tahun terakhir diklaim sebanyak 3 persen sutradara film animasi adalah perempuan dan hanya satu perempuan kulit berwarna yang menyutradarai film animasi, Jennifer Yuh Nelson (Kung Fu Panda 2).

Sedangkan sebanyak 13 persen episode dari program televisi animasi populer dari 2018 memiliki sutradara perempuan, dan tiga di antaranya adalah perempuan berlatar belakang ras dan etnis yang kurang terwakili. Diklaim hanya sekitar 17 persen dari 120 film animasi terlaris  dari tahun 2007-2018 yang memiliki pemeran utama wanita. Dari sekian banyak, hanya tiga dari film-film itu yang menampilkan seorang wanita kulit berwarna sebagai tokoh protagonisnya.


BACA JUGA

Komedian Kevin Hart bakal main film superhero

It: Chapter Two diperkirakan raup USD95 juta pada penayangan perdananya

It: Chapter Two diperkirakan raup USD95 juta pada penayangan perdananya


Selain itu, peneliti juga diklaim bahwa program televisi bernasib lebih baik. Diklaim dari episode pertama dari 100 acara animasi top, terdapat 39 persen kredit pemerannya adalah perempuan. 12 persen pemeran terdiri dari wanita kulit berwarna. Namun segala sesuatu lebih adil untuk pada eksekutif di sekitar Hollywood. Diklaim kaum wanita menempati separuh eksekutif dalam animasi dan memegang setengah posisi paling kuat di perusahaan serta studio animasi besar.

Terdapat pula kemajuan yang signifikan di bidang produksi. Dalam 12 tahun terakhir, sebanyak 37 persen produsen film animasi adalah perempuan dan sebaliknya perempuan hanya memproduksi 15 persen film live-action. Sekali lagi, televisi juga terbukti lebih inklusif dengan 20 persen sebagai produser eksekutif di acara animasi. Sebanyak 17 persen juga sebagai co-eksekutif, dan 34 persen dari produser perempuan.

Namun perempuan kulit berwarna masih belum terwakili. Hanya 6 persen produser eksekutif dan 8 persen produser yang merupakan kulit berwarna.

Diketahui studi ini dilakukan dalam kemitraan dengan Women in Animation, sebuah kelompok advokasi nirlaba dan dirilis bersamaan dengan Annecy International Animation Film Festival.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: