Hadirnya 5G akan meningkatkan lalu lintas data seluler di Asia Tenggara hingga 7 kali lipat

Para peneliti di Ericsson mengatakan, para responden di Singapura mengatakan ingin melihat teknologi 5G di negara mereka sekira dua tahun mendatang.

Hadirnya 5G akan meningkatkan lalu lintas data seluler di Asia Tenggara hingga 7 kali lipat Ilustrasi Jaringan 5G (Pixabay)

Teknologi jaringan generasi kelima alias jaringan 5G sudah ada di depan mata. Teknologi jaringan ini dikabarkan akan memiliki keunggulan berupa latensi yang kecil, yang sangat cocok untuk perkembangan IoT dan connected device.

Hal ini membuat lalu lintas data seluler di Asia Tenggara dan Oseania diperkirakan akan naik tujuh kali lipat dari 2,3 exabytes tahun lalu menjadi 16 exabytes per bulan, pada tahun 2024 mendatang.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mitos 5G dan pertanyaan seputarnya

Telkomsel bakal siapkan 5G untuk perusahaan kertas

Monetisasi 5G masih sulit dilakukan


Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh "momentum awal yang cepat dan antusiasme" menyambut kehadiran 5G. Faktanya, teknologi mobile generasi berikutnya akan mencapai hampir 12 persen jika dibandingkan langganan di wilayah Asia dan Oseania pada 2024, menurut edisi terbaru dari laporan Ericsson mobility.

ZDNET (25/6/2019) juga menyebut, lalu lintas data per smartphone, per bulan, untuk wilayah ini akan meningkat dari 3,6GB menjadi 17GB antara 2018 dan 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 29 persen.

Di Singapura, khususnya, pengguna smartphone akan mencapai penggunaan paket data hingga 200GB data per bulan pada perangkat 5G pada tahun 2024. Hasil ini didapatkan setelah mereka meminta tanggapan dari 1.500 pengguna smartphone yang berusia 15 hingga 69 tahun di Singapura.

Selain itu, rata-rata pengguna smartphone menyatakan keinginan untuk membayar premi 52 persen untuk mengakses layanan 5G premium. Responden di Singapura mengharapkan sensor rumah pintar dan layanan televisi 5G menjadi dua aplikasi teratas yang tersedia dalam paket seluler 5G.

Konsumen di negara itu juga mengharapkan teknologi ini akan dapat mereka rasakan dalam waktu dua tahun mendatang. Hasil survei ini juga menyebutkan 53 persen lainnya meyakini kacamata augmented reality (AR) akan menjadi sesuatu yang biasa pada tahun 2025.

Kepala Ericsson, Singapura, Brunei, dan Filipina, Martin Wiktorin mengatakan, "Lalu lintas video seluler memicu total lalu lintas data karena pengguna menghabiskan lebih banyak waktu untuk streaming dan berbagi video. Ini diperkirakan akan terus berlanjut, karena video tertanam di semua jenis konten online,” katanya.

"Ketika 5G secara bertahap diluncurkan dengan perangkat yang kompatibel diperkenalkan secara berturut-turut, streaming video 360 derajat dan augmented reality akan mulai menjadi faktor penting dalam pertumbuhan lalu lintas seluler," sambung Wiktorin.

Menurut vendor peralatan telekomunikasi tersebut, perangkat komersial 5G awal diharapkan akan tersedia di wilayah Singapura pada paruh pertama tahun 2019. Di seluruh dunia, Ericsson mengatakan jangkauan jaringan 5G akan mencapai 45 persen dari populasi global pada akhir 2024. 

Mereka mencatat, bagaimanapun, angka ini bisa naik hingga 65 persen dengan teknologi berbagi-spektrum yang memungkinkan peluncuran 5G pada pita frekuensi LTE.

Ericsson menambahkan, smartphone yang mendukung semua band spektrum utama diharapkan akan tersedia di pasar akhir tahun ini, dengan langganan global 5G diproyeksikan akan melebihi 10 juta pada akhir 2019.

Regulator industri menginginkan umpan balik dari industri dan publik tentang kerangka kerja regulasi yang akan diterapkan untuk memfasilitasi penyebaran jaringan dan layanan 5G pada tahun 2020, termasuk alokasi spektrum dan persyaratan keterampilan.

Pemerintah China memberikan lisensi komersial 5G ke tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di negara itu yakni China Mobile, China Telecom, dan China Unicom serta China Broadcasting Network milik negara.

Hal ini akan membuat Cina tetap menjadi negara dengan tingkat adopsi 5G yang terbesar di Asia dalam hal teknologi, tumbuh 4 persen tahun ini dan 6 persen pada 2020, dan memimpin pasar global dalam perlombaan 5G di mana investasi dalam telekomunikasi menyumbang 57 persen dari keseluruhan pengeluaran negara itu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: