Hadapi blokir, Huawei siapkan OS sendiri

Huawei mulai bersiap menghadapi situasi terburuk terkait kasus yang dituduhkan Amerika Serikat padanya.

Hadapi blokir, Huawei siapkan OS sendiri Source: Google

Huawei dilaporkan sudah mengembangkan sistem operasi sendiri. Hal ini merupakan rencana cadangan yang disiapkan Huawei untuk menghadapi ancaman larangan untuk menggunakan produk Amerika dan layanan seperti Android dan Windows.

“Kami telah menyiapkan sistem operasi sendiri, jika ternyata kami tidak dapat menggunakan sistem [Android dan Windows] lagi, kami sudah siap dan memiliki rencana cadangan,” ujar Richard Yu, CEO Huawei dalam sebuah wawancara, seperti dilaporkan TheVerge (16/3)


BACA JUGA

Huawei Mate X raih sertifikat 5G CE TÜV Rheinland

Huawei Nova 4e resmi meluncur di China

Huawei bakal hadirkan smartphone dengan dua layar


Untuk diketahui, Huawei mulai mengembangkan pengganti Android sejak awal 2012 ketika Amerika membuka penyelidikan ke Huawei dan ZTE. Pengembangan sistem operasi tersebut berlanjut hingga 2016. Pengumuman soal rencana B itu pun bertepatan dengan tuduhan hukum yang dialamatkan oleh Amerika Serikat.

Kemungkinan terburuk dari kasus tersebut adalah Huawei bakal dilarang untuk menggunakan produk ekspor dari Amerika. Hal ini berarti, perusahaan asal Cina itu harus mengucapkan perpisahan pada sistem operasi Android, dan berbagai produk besutan Qualcomm dan Intel.

Yu sendiri menyatakan lebih memilih bekerja dengan ekosistem milik Google dan Microsoft. Namun, pihaknya mengatakan sudah siap berpindah sistem operasi jika hal terburuk terjadi. Untungnya, Huawei sudah memiliki chipset Kirin yang digunakan di hampir semua ponsel besutannya.

Namun tampaknya usaha Huawei tidak bisa berhenti sampai di sistem operasi saja. Kendati sudah menyiapkan sistem operasi, bahkan untuk perangkat komputer, Huawei mesti mencari partner hardware baru. Dengan menghilangnya Qualcomm dan Windows, pilihan satu-satunya adalah mengembangkan prosesor laptop mereka sendiri.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: