Google tutup layanan Mobile Network Insights

Fitur Mobile Network Insights yang membagikan hasil peta kekuatan sinyal seluler kepada operator ditutup karena alasan keamanan.

Google tutup layanan Mobile Network Insights Ilustrasi menggunakan smartphone Android (Pexels)

Selama beberapa waktu ini Google tengah memprioritaskan privasi para penggunanya. Hal ini berarti, mereka akan mulai mengurangi layanan-layanan yang ‘tersembunyi’ dari para penggunanya saat ini.

Salah satunya adalah fitur layanan untuk memberikan para operator, informasi peta kekuatan sinyal seluler pada perangkat Android. Fitur yang bernama Mobile Network Insights tersebut kabarnya akan segera ditutup oleh Google.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

xHelper malware nakal yang tidak bisa dihentikan

22% foto di ponsel Android adalah foto enggak penting

Android 10 Go rilis, tawarkan fitur-fitur baru


Fitur ini diketahui memberi para penyedia operator peta kekuatan sinyal seluler dan data kecepatan yang dikumpulkan dari ponsel Android. Data tersebut di anonimkan dan diwajibkan untuk berbagi lokasi, penggunaan, dan info diagnostik.

Tapi, pihak Google kabarnya khawatir praktik ini dapat menimbulkan peretasan di antara pengguna dan regulator pemerintah, seperti dikutip dari laman Engadget (23/8).

Fitur ini baru meluncur pada Maret 2017, tetapi tampaknya sangat bermanfaat bagi penyedia layanan operator. Meskipun mereka memiliki cara lain untuk mengukur kualitas jaringan, fitur Google ini sangat membantu karena banyaknya ponsel Android di lapangan.

Perusahaan telekomunikasi bisa mendapatkan statistik penggunaan secara langsung dari pengguna nyata. Seorang juru bicara Google membenarkan bahwa Insights harus diakhiri. Namun dia mengatakan bahwa penutupan tersebut karena "prioritas produk". Mereka tidak memberikan alasan jelas mengapa mereka memutuskan menutup layanan tersebut.

Tapi, beberapa pihak lain seperti Facebook terus menjalankan layanan serupa. Mereka memiliki fitur bernama Actionable Insights, yang juga mencakup demografi anonim. Jejaring sosial menyarankan itu dengan maksud untuk menjaga program tetap berjalan, menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa fitur tersebut "dirancang dengan hati-hati", dan tetap menjaga privasi pengguna.

Meskipun Google telah mengambil tindakan pencegahan juga, tidak mengejutkan bahwa perusahaan akan memutuskan berbagi data seperti ini. Perusahaan asal Amerika tersebut sudah menghadapi pengawasan ketat atas praktiknya, termasuk dugaan pelanggaran GDPR dan investigasi antimonopoli.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: