Google mulai coba otentikasi sidik jari di peramban Chrome

Pengguna nantinya dapat membuka kunci proteksi beberapa situs hanya dengan penggunakan sidik jari dari perangkat mereka.

Google mulai coba otentikasi sidik jari di peramban Chrome Google Chrome (Pixabay)

Memastikan keamanan dalam mengakses internet merupakan kewajiban semua penyedia jasa layanan internet. Meski begitu, tak jarang juga para peretas mengancam pengguna tidak langsung melalui internet, namun melalui alat untuk mengakses internet seperti peramban dan aplikasi lain.

Melihat ancaman ini, tim pengembang Chrome mencoba menjadikan peramban semakin aman dan mudah digunakan. Salah satunya adalah dengan mencoba menyematkan keamanan menggunakan pemindai sidik jari di peramban mereka.

Phone Arena menyebut jika Google sudah menggulirkan pembaruan Chrome 70 beta untuk berbagai platform, mulai dari komputer Windows, MacOS, Linux, Chrome OS, hingga di perangkat Android.

Meski ditujukan untuk para pengembang, namun beberapa pengguna yang menjalankan versi Chrome beta pun sudah dapat merasakan fitur ini. Khusus di Android, mereka sudah mulai mencoba fitur yang memungkinkan situs web mengakses sensor sidik jari perangkat dan "identifikasi melalui bentuk" mirip chapta.

Dukungan sensor sidik jari berguna di situs web yang menerapkan API sehingga Touch ID dapat digunakan untuk otentikasi 2 faktor. Selain itu, versi Android Chrome akan menggunakan chapta yang bergantung pada tiga API berbeda untuk mendeteksi wajah, kode batang, dan teks dalam gambar di web.

Perubahan menarik lainnya yang diumumkan oleh pengembang adalah, versi Chrome ini tidak akan lagi menyertakan nomor build Android dan iOS dalam mengidentifikasi pengguna.

Perubahan ini bermaksu untuk mencegah eksploitasi penargetan, sidik jari, dan pelanggaran lain yang dapat menyebabkan pelanggaran data pribadi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: