Google menangkan gugatan privasi teknologi biometrik

Undang-Undang Privasi Informasi Biometrik Illinois (Illinois Biometric Information Privacy Act) telah lama menjadi kendala besar bagi perusahaan teknologi yang bekerja seputar pengenalan wajah.

Google menangkan gugatan privasi teknologi biometrik Source: Pexels

Google telah menghadapi tuntutan hukum sejak 2016 karena diduga memindai dan menyimpan data biometrik seorang wanita. Tuntutan atas privasi pengenalan wajah tersebut baru saja dihentikan seorang hakim di Chicago, yang menemukan bahwa penggugat tidak menderita “cedera konkret”, sebagaimana pertama kali dilaporkan Bloomberg.

Dalam gugatan asli, wanita tersebut menuntut Google karena diduga mengunggah datanya ke Google Photos dan memindai untuk membuat template wajahnya tanpa izin. Gugatan Google adalah salah satu dari tiga kasus perusahaan teknologi terkemuka yang diduga melanggar undang-undang privasi biometrik terberat AS, dan ini merupakan kasus pertama yang dihentikan.


BACA JUGA

Android Q bakal punya Dark Mode dan Desktop Mode

Google bayar teknologi smartwatch Fossil

Google akan hapus aplikasi 32-bit di Play Store


Undang-Undang Privasi Informasi Biometrik Illinois (Illinois Biometric Information Privacy Act) telah lama menjadi kendala besar bagi perusahaan teknologi yang bekerja seputar pengenalan wajah. Undang-undang ini mengharuskan perusahaan untuk mendapatkan izin eksplisit dari orang-orang untuk melakukan pemindaian biometrik tubuh mereka.

Warga Illinois yang merasa hak-hak mereka dilanggar dapat mengajukan tuntutan hukum berdasarkan undang-undang tersebut. Perusahaan, termasuk Google, Snapchat, dan Facebook menghadapi tuntutan hukum yang dimulai pada 2015 dan 2016 karena diduga melanggar hukum Illinois.

Pada bulan April, seorang hakim memutuskan bahwa Facebook harus menghadapi gugatan dari para pengguna Illinois atas tuduhan bahwa mereka menggunakan foto teknologi pengenalan wajah tanpa persetujuan pengguna yang jelas. Fitur “Tag Suggestion” yang menawarkan pengguna menyarankan orang berdasarkan wajah mereka di foto dianggap melanggar undang-undang Illinois. Demikian dilansir The Verge (28/12).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: