sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
Sabtu, 21 Jan 2023 15:23 WIB

Google beralih ke AI lantaran PHK 12.000 karyawan

Produk AI Google berpotensi diumumkan pada konferensi pengembang I/O pada bulan Mei. Mereka juga khawatir akan tertinggal oleh perusahaan lain yang mengandalkan AI.

Google beralih ke AI lantaran PHK 12.000 karyawan

Google sekarang memiliki rencana untuk meningkatkan pengenalan produk kecerdasan buatan (AI) setelah persaingan yang sangat ketat, seperti chatbot AI ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI.

Anak perusahaan dari Alphabet itu telah berhati-hati dalam menambahkan teknologi berbasis AI ke jajaran layanannya. Namun, sekarang mereka memiliki rencana untuk mengumumkan lebih dari 20 proyek bertenaga AI sepanjang tahun 2023.

Rencana untuk beralih ke AI dituangkan dalam pengumuman PHK baru-baru ini terhadap 12.000 karyawan Google. Dilansir dari Digital Trends (21/1), Google sudah diketahui telah banyak berinvestasi dalam AI.

Meski demikian, diindikasikan bahwa CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai meminta saran dari pendiri perusahaan, Larry Page dan Sergey Brin, yang mengundurkan diri dari peran aktif pada 2019. Mereka dilaporkan terlibat dapat rapat umum dengan para eksekutif pada Desember 2022, dimana mereka dapat “menyetujui rencana dan mengajukan ide”.

Produk AI Google berpotensi diumumkan pada konferensi pengembang I/O pada bulan Mei. Terutama, perusahaan itu mungkin menampilkan demo chatbot AI-nya sendiri, yang akan berfokus pada etika dan akurasi informasi.

Google juga dilaporkan berencana untuk mengumumkan Image Studio yang dapat menghasilkan dan mengedit gambar, browser bernama MakerSuite yang menyertakan tool untuk bisnis membuat purwarupa AI, dan beberapa tool coding. Salah satunya disebut PaLM-Coder 2, yang bekerja mirip dengan Microsoft GitHub Copilot. Yang lainnya disebut Colab + Android Studio dan berfungsi untuk membuat aplikasi ponsel.

Kekhawatiran Google sebelumnya adalah bahwa mendorong AI terlalu keras dapat berdampak negatif pada pandangan industri terhadap merek, tetapi sekarang perusahaan itu tampaknya khawatir akan tertinggal. Selain chatbot ChatGPT, banyak generator teks-ke-gambar telah menarik perhatian internet dalam beberapa minggu terakhir, seperti halnya sejumlah platform produktivitas berbasis AI.

Perusahaan teknologi besar lainnya juga telah menyertakan niat mereka untuk memamerkan AI pada produk dan layanan lama mereka. Microsoft telah melaporkan rencananya untuk bekerja dengan bahasa GPT-3 untuk berpotensi mengimplementasikan fitur AI ke dalam Office Suite-nya, termasuk Outlook, Word, dan PowerPoint.

Share
×
tekid
back to top