Google bajak sosok di balik Assassin's Creed

Diketahui, Jade Raymond telah bekerja di industri gim semenjak zaman PlayStation pertama hingga menjadi sosok dibalik gim Assassin’s Creed.

Google bajak sosok di balik Assassin's Creed Jade Raymond (Ubisoft)

Google belakangan ini sedang menunjukkan keseriusan mereka dalam menggarap layanan gaming. Setelah melakukan uji coba layanan streaming gim dan mendaftarkan paten kontroler mereka, kali ini mereka sudah memilih orang yang kemungkinan besar akan memimpin proyek tersebut.

Engadget (14/3/2019) melaporkan, baru-baru ini, salah satu ‘otak’ dari gim serial Assassin's Creed, Jade Raymond baru-baru ini memposting sebuah kabar gembira. Dia mengatakan bahwa saat ini dia sudah menjabat sebagai salah satu VP di perusahaan Google.


BACA JUGA

Uni Eropa denda Google USD1,69 miliar

Google Stadia meluncur, Youtube kecipratan untung

Google bakal punya perangkat lipat


“Saya senang akhirnya bisa mengabarkan bahwa saya telah bergabung dengan Google sebagai VP!", katanya melalui cuitan di Twitter.

Untuk diketahui, Raymond telah bekerja di industri gim sejak era PlayStation pertama. Dia memulai karir di Sony pada 1998. Setelah bekerja selama beberapa tahun, dia pun kemudian memimpin R&D Sony Online.

Dia juga berspesialisasi dalam gim AAA, yang menjadi salah satu target dari Google. Dia pun sempat fokus mengembangkan The Sims Online di EA, dan kemudian dipercaya menjadi salah satu kepala pengembangan gim Assassin’s Creed di Ubisoft.

Tapi, dia kembali ke EA pada tahun 2015, di mana ia mendirikan Motive Studios dan mulai mengerjakan judul Star Wars terbaru.

Melihat kiprahnya, tak heran jika Google menginginkan Raymond menjadi salah satu VP-nya. Meski begitu, hingga saat ini masih belum diketahui tanggung jawabnya di Google. Pihak Google pun masih belum memberikan keterangan resmi mengenai hal tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: