Gojek segera beroperasi di Malaysia

Keputusan itu diambil setelah Nadiem - pendiri Gojek melakukan pertemuan dengan Mahatir di kantor perdana menteri di Putrajaya.

Gojek segera beroperasi di Malaysia (Foto: Nikkei)

Gojek telah mendapat izin untuk melantai di wilayah Malaysia. Ini akan membuka babak baru persaingan antara perusahaan dengan Grab di Asia Tenggara. Perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim itu telah mendapat izin melalui rapat kabinet mingguan Malaysia yang dipimpin Perdana Menterti Mahatir Mohamad.

Keputusan itu diambil setelah Nadiem melakukan pertemuan dengan Mahatir di kantor perdana menteri di Putrajaya. Di Negeri Jiran itu, Nadiem juga bertemu dengan Menteri Transportasi Anthony Loke dan Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saadiq Syed Rahman.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Kata Gojek soal pelaku bom di Medan pakai atribut ojol

Gojek, 1.001 wajah aplikasi 10 miliar dollar

GoPay dan Filantropi Indonesia hadirkan program PEDOELI Indonesia


Dalam rapat kabinet, Menteri Pengembangan Pengusaha Redzuan Yusof mengatakan kabinet telah membahas pengajuan proposal Gojek secara mendalam sebelum memberikan lampu hijau. 

"Kabinet pada prinsipnya telah menyetujui layanan Gojek untuk diimplementasikan... Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Transportasi telah diminta untuk bekerja bersama dan membahas Undang-Undang apa yang perlu diubah atau dibuat untuk memungkinkan layanan ini diimplementasikan di negara ini," kata Redzuan. 

Dilansir Nikkei (23/8), Redzuan lebih lanjut mengatakan pentingnya memastikan apa pun yang diterapkan tidak melanggar hukum. Persetujuan ini juga telah diumumkan Syed Saadiq Syed Rahman melalui akun twitter-nya. 

Namun bukan berarti jalan Gojek di Malaysia berlangsung mulus begitu saja. Perusahaan taksi setempat bertajuk Big Blue Taxi Services menentang kehadiran startup Tanah Air ini di negaranya. Pendiri Big Blue Taxi Services, Shamsubahrin Ismail justru berkeinginan agar pemerintah Malaysia fokus menciptakan ladang yang setara antara perusahaan dengan para pengemudi taksi.

"Gojek sebagai layanan tumpangan, tidak akan menjamin masa depan yang menjanjikan, kaum muda kita layak lebih baik dari itu," kata Shamsubahrin.

Malaysia sendiri menjadi negara kelima yang dimasuki Gojek di Asia Tenggara. Sebelumnya, startup ini telah melakukan ekspansi ke Thailand, Vietnam dan Singapura.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: