sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
Jumat, 22 Nov 2019 19:10 WIB

Fujifilm X-Pro3 meluncur di Indonesia

Meski X-Pro3 dirancang dengan berbagai macam kontrol, kamera ini juga dilengkapi dengan teknologi AI agar dapat mempermudah pemotretan.

Fujifilm X-Pro3 meluncur di Indonesia

Setelah tiga tahun lalu meluncur, akhirnya Fujifilm memperkenalkan sang penerus X-Pro2 ke Indonesia. Tentu saja penerus kamera tersebut diberi nama dengan X-Pro3. Memulai debutnya pada tahun 2012, seri X-Pro hadir untuk para fotografer yang menyukai fotografi dokumenter dan reportase karena desain rangefinder yang stylish, punya portabilitas tinggi dan aneka fitur.

Bodi X-Pro3 memiliki material titanium yang menjadikannya salah satu kamera dengan bodi tangguh di pasaran. Di bagian dalam bodinya, Fujifilm melengkapi X-Pro3 dengan sensor CMOS X-Trans 4 beresolusi 26,1 MP serta prosesor gambar X-Processor 4. Prosesor ini pertama kali terdapat pada Fujifilm X-T3 dan X-T30 yang diklaim mampu menawarkan performa gambar tajam.

“Sebagai perusahaan fotografi ternama di dunia, Fujifilm memiliki peran dalam memperkuat esensi fotografi. Kami tidak pernah berhenti menciptakan inovasi yang melebihi ekspetasi publik serta meningkatkan pengalaman para fotografer dalam merasakan kemurnian fotografi di setiap bidikan gambar yang diambil melalui teknologi lanjutan hybrid viewfinder,” kata Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, Noriyuki Kawakubo.

Hybrid viewfinder memungkinkan fotografer beralih antara optical viewfinder (OVF) yang memberikan pandangan konstan pada subjek, dan elektronic viewfinder (EVF) yang memungkinkan fotografer untuk memeriksa tingkat eksposur saat memotret.

EVF pada X-Pro3 mengandalkan teknologi panel OLED 3,69 juta dot agar menjanjikan tampilan mulus dan tajam seperti layaknya menggunakan OVF. Kamera ini juga dilengkapi dengan fungsi Electronic Range Finder, yang mana ada jendela EVF kecil dalam OVF guna membantu memeriksa pengaturan elektronik.

Layar LCD kamera mirrorless ini hadir dengan layar LCD berukuran 3,5 inci beresolusi 1,65 juta dot. Uniknya, layar itu hanya dapat dilihat jika pengguna melipatnya ke arah luar. Jika layarnya dalam keadaan tertutup maka hanya akan menampilkan informasi kecepatan shutter, aperture, dan sebagainya. Ide desain layar seperti ini akan memberikan nuansa kamera analog.

Meski X-Pro3 dirancang dengan berbagai macam kontrol, kamera ini juga dilengkapi dengan teknologi AI agar dapat mempermudah pemotretan. Mode HDR baru akan secara otomatis menangkap beberapa frame dan menggabungkannya demi menghasilkan rentang dinamis tanpa menyebabkan saturasi warna berlebih.

Harga untuk X-Pro3 Black adalah Rp27.999.000; sedangkan untuk varian Dura Black dan Dura Silver adalah Rp30.999.000.

Share
×
tekid
back to top