Fortnite dan Disney tarik iklan video dari YouTube, ada apa?

Ternyata, iklan Fortnite dan Disney banyak ditayangkan oleh YouTube di beberapa video yang mengandung aksi pedofilia dan hal-hal yang negatif bagi anak-anak.

Fortnite dan Disney tarik iklan video dari YouTube, ada apa? YouTube (Times)

YouTube kini tengah menghadapi masalah. Hal ini dikarenakan belakangan ini mereka menemukan banyak video yang mengandung pedofilia dan video yang dapat mendatangkan hal-hal negatif bagi anak-anak.

YouTube terlihat serius dalam mengatasi hal tersebut. Namun di tengah kesibukan ini, mereka bertambah pusing setelah beberapa perusahaan besar seperti Fortnite dan Disney menarik iklan dari platform mereka.


BACA JUGA

Video penembakan di Selandia Baru dibersihkan Facebook dan Youtube

Alasan YouTube terkesan lamban hapus video penembakan

Gim ini terinspirasi dari konflik PewDiePie dan T-Series


Independent (23/2/2019) melaporkan, hal ini dikarenakan kedua perusahaan tersebut melihat iklan mereka di video-video tersebut. Mereka pun tidak mentolerir apa yang terjadi di platform media streaming terbesar tersebut. Sayang, mereka tidak memberi tahu sampai kapan mereka akan menarik iklan mereka.

Diketahui, hal ini pertama kali disadari oleh seorang blogger dan menggambarkan fenomena ini sebagai "cincin pedofilia soft-core". Diketahui, video itu dibuat oleh Matt Watson, dan kini telah ditonton hampir dua juta kali.

Video tersebut menjelaskan secara terperinci bagaimana bagian komentar YouTube dan video yang disarankan memungkinkan orang menemukan video yang dibuat dengan polos dan menyebarkannya, tanpa mencurigai ada hal-hal tersembunyi di dalamnya.

YouTube menyebut konten itu sebagai konten "menjijikkan" dan mengatakan bahwa mereka memiliki kebijakan untuk menghentikan penyalahgunaan platformnya. Perusahaan tersebut telah menghapus komentar dan channel yang berkaitan dengan hal tersebut.

Sekadar informasi, pada 2017, sejumlah perusahaan menarik iklan mereka dari YouTube karena iklan mereka ditayangkan pada video yang mengandung konten ekstremis dan kekerasan. Namun, saat ini perusahaan-perusahaan tersebut sudah kembali beriklan di YouTube.

Google pun telah berkomitmen untuk menindak video yang bermasalah tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: