sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
Sabtu, 11 Jan 2020 14:15 WIB

Fitbit dan Garmin dituduh langgar hak paten

Ketiga perusahaan itu dilaporkan bersaing di pasar wearable. Namun produk Fitbit dan Garmin jauh lebih sukses

Fitbit dan Garmin dituduh langgar hak paten
Source: Ars Technica

Fitbit dan Garmin dikabarkan sedang diselidiki pihak berwajib terkait pelanggaran paten. Keduanya masuk dalam daftar sekian perusahaan wearable yang juga dituduh melakukan hal serupa. Proses penyelidikan ini kabarnya dilakukan menyusul protes yang dilakukan Philips bulan lalu. 

Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (USITC) mengkonfirmasi adanya kabar tersebut. Pihaknya menyatakan sedang menginvestigasi dua perusahaan wearable populer. Tidak hanya itu, USITC juga menyebut ada perusahaan wearable lain yang juga sedang diselidiki. 

“USITC belum membuat keputusan terkait kasus ini. USITC akan membuat keputusan akhir dalam investigasi secepat mungkin,” demikian pernyataan tertulis yang diberikan USITC, sebagaimana dilansir dari TheVerge (11/1). 

Untuk diketahui, kasus ini berpusat pada empat paten yang dimiliki oleh Philips, mulai dari berbagai fungsi smartwatch, seperti motion tracking dan alarm reporting. Kendati begitu, juru bicara Fitbit menyebut bahwa klaim itu tidak berdasar dan merupakan hasil dari kegagalan Philips di pasar wearable tersebut. 

“Philips mengharapkan pihak ketiga untuk menghormati properti intelektual milik Philips dengan cara yang sama seperti Philips menghormati hak kekayaan intelektual pihak ketiga," kata seorang juru bicara Philips. Ia mengaku perusahaannya sudah berusaha untuk menegosiasikan perjanjian lisensi dengan Fitbit dan Garmin selama tiga tahun, namun gagal. 

Ketiga perusahaan itu dilaporkan bersaing di pasar wearable. Namun produk Fitbit dan Garmin jauh lebih sukses ketimbang Philips Health Watch. Malahan perusahaan yang berbasis di Belanda tersebut meminta agar regulator menetapkan tarif atau larangan impor bagi perusahaan yang melanggar hak paten perusahaan lainnya. 

Share
×
tekid
back to top