Facebook bakal tindak grup yang sebarkan berita palsu

Kini Facebook hadirkan beberapa pembaruan untuk mengurangi jangkauan konten berbahaya di platform-nya.

Facebook bakal tindak grup yang sebarkan berita palsu Source: Unsplash

Facebook baru saja mengumumkan beberapa pembaruan untuk mengurangi jangkauan konten berbahaya di platform-nya. Dilansir dari The Verge (10/4), Pembaruan ini berupa tindakan untuk grup yang berulang kali berbagi informasi keliru, dengan mengurangi distribusi News Feed pada grup tersebut.

Kabarnya Facebook juga akan meminta admin grup tersebut untuk lebih bertanggung jawab atas pelanggaran Standar Komunitas. Hal ini tentunya menjadi perubahan penting, karena seringkali halaman grup digunakan untuk mendistribusikan propaganda dan informasi keliru.


BACA JUGA

Media sosial jadi referensi pecinta kuliner menemukan makanan

Co-Founder Facebook ingin ‘pecah’ Facebook

Model baru pemeringkatan konten video di Facebook


"Ketika orang-orang dalam sebuah grup berulang kali membagikan konten yang dinilai salah oleh tim pemeriksa fakta, kami akan mengurangi keseluruhan distribusi News Feed grup itu. Mulai hari ini, secara global," kata Wakil Presiden divisi Integritas Facebook, Guy Rosen.

Selain itu, Facebook juga menghadirkan pembaruan lain yang disebut sebagai Group Quality. Pembaruan ini akan dapat meninjau grup untuk memutuskan apakah akan menghapusnya atau tidak. Peninjauan ini juga akan melihat admin dan pelanggaran moderator konten dalam grup tersebut.

Perusahaan ini juga membuat beberapa perubahan kecil seputar pengecekan fakta. Diklaim Associated Press akan mulai memeriksa fakta beberapa video di AS, dan Facebook akan mulai memasukkan "Trust Indicators" ketika pengguna mengklik untuk melihat konteks di sekitar publikasi. Indikator-indikator tersebut diketahui berasal dari The Trust Project, sebuah kelompok yang dibangun oleh organisasi berita yang membuat keputusan tersebut.

Selain melakukan perubahan untuk membatasi penyebaran informasi yang salah, Facebook juga turut membuat perubahan kecil untuk menjaga keamanan penggunanya. Misalnya alat pemblokiran di Messenger, menghadirkan verifikasi akun di Messenger, membiarkan pengguna menghapus postingan atau komentar dari grup meski telah meninggalkan grup, dan lainnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: