Facebook akui catat percakapan pengguna

Mereka melakukan pencatatan percakapan pengguna platform mereka dibantu oleh pihak ketiga, sama seperti apa yang Apple lakukan.

Facebook akui catat percakapan pengguna Facebook (Pixabay)

Kasus bocornya percakapan antara pengguna dengan Siri ke pihak ketiga membuat banyak orang terkejut. Hal ini dikarenakan Apple terkenal dengan komitmen mereka untuk merahasiakan data pengguna dari pihak manapun, termasuk pihak Apple sendiri.

Namun ternyata, yang melakukan praktik tersebut tidak hanya Apple saja. Facebook baru-baru ini mengakui bahwa mereka melakukan pengumpulan data audio dari pesan suara yang dikirim melalui aplikasi Messenger mereka.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Peneliti Facebook andalkan angka di mesin terjemahan otomatis

Visa dan Mastercard mundur dari Libra Association

Facebook temukan buzzer palsu, habiskan miliaran untuk sebar isu Papua Barat


Sama halnya dengan Apple, Facebook juga meminta pihak ketiga untuk mencatat semua percakapan tersebut. Tentu saja, hal ini merupakan hal yang melanggar privasi dari para pengguna layanan mereka.

Tak sampai disitu saja, mereka juga melakukan hal yang sama dengan para pengguna layanan Portal mereka. Semua perbincangan dilihat langsung oleh pihak ketiga dan mereka mencatat semua percakapan, seperti dilaporkan Business Insider (19/9/2019).

Pengakuan ini mencuat setelah pada Agustus lalu, Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut mengumpulkan dan menggunakan data audio yang ditranskripsi oleh kontraktor manusia untuk memeriksa keakuratan sistem pengenalan suara mereka.

Setelah informasi ini keluar, perusahaan mengatakan bahwa mereka telah "menghentikan" praktik tersebut. Pada saat itu, tidak diketahui bahwa Facebook juga mengumpulkan dan menyalin perintah yang diberikan ke perangkat Portal-nya.

"Kami menghentikan tinjauan manusia tentang interaksi suara 'Hey Portal' bulan lalu ketika kami mengerjakan sebuah rencana yang memberi orang lebih banyak transparansi dan kontrol, termasuk cara untuk mematikannya," kata eksekutif Facebook, Andrew Bosworth.

Meski demikian, Facebook hingga saat ini masih melanjutkan praktik tersebut. Yang berbeda hanyalah saat ini, mereka memberikan pilihan kepada para pengguna platform mereka apakah pengguna setuju pembicaraan yang dilakukan dapat direkam atau tidak.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: