×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Elon Musk resmi akuisisi Twitter, CEO Parag Agrawal didepak

Oleh: Zhafira Chlistina - Jumat, 28 Oktober 2022 16:30

Elon Musk akhirnya menandatangani kesepakatan yang bernilai USD44 miliar untuk mengakuisisi Twitter.

Elon Musk resmi akuisisi Twitter, CEO Parag Agrawal didepak

Pasang surut keinginan Elon Musk untuk mengambil alih Twitter akhirnya mencapai puncak. Miliarder Tesla itu dilaporkan telah menandatangani kesepakatan yang bernilai USD44 miliar untuk mengakuisisi raksasa jejaring sosial tersebut.

Musk pertama kali mengumumkan akan membeli Twitter pada April dengan nilai USD44 miliar. Namun, perdebatan jumlah bot di aplikasi, antara pihak Musk dan Twitter, telah mengancam proses akuisisi. Sampai-sampai, Musk membatalkan keinginannya itu dan membawa kedua pihak ke meja hijau.

Bukan Musk namanya kalau tidak huru-hara. Di tengah-tengah proses hukumnya, dia mengumumkan niatnya kembali untuk memiliki Twitter. Singkat cerita, Musk mencapai puncak akuisisi dan resmi menandatangani kesepakatan.

Dampak terhadap akuisisi Musk sejauh ini adalah didepaknya beberapa eksekutif Twitter, termasuk CEO Parag Agrawal, CFO Ned Segal, Kepala Kebijakan Vijaya Gadde dan Penasihat Umum Sean Edgett, berdasarkan laporan Bloomberg (28/10). 

Terlepas dari intensinya untuk menjunjung kebebasan berpendapat di Twitter, Musk ingin menjadikan platform sebagai "tempat periklanan yang paling dihormati di dunia." Dalam hal iklan bertarget, Twitter secara historis tidak sebagus Meta. Pesan Musk menunjukkan bahwa dia ingin memperbaikinya, juga memastikan "kebebasan berbicara" di platform.

"Alasan Saya mengakuisisi Twitter adalah karena penting bagi masa depan peradaban untuk memiliki alun-alun kota digital yang sama, di mana berbagai keyakinan dapat diperdebatkan dengan cara yang sehat, tanpa menggunakan kekerasan," kata Musk dikutip dari Neowin.net. "Saat ini ada bahaya besar bahwa media sosial akan terpecah menjadi ruang gema sayap kanan dan sayap kiri yang menghasilkan lebih banyak kebencian dan memecah belah masyarakat kita."

Tag

Tagar Terkait

×
back to top