Disney+, layanan streaming Disney meluncur 12 November

Layanan streaming Disney rencananya diluncurkan pada 12 November di Amerika Serikat (AS) dengan sejumlah film populer.

Disney+, layanan streaming Disney meluncur 12 November (Foto: New York Times)

Disney akhirnya mengumumkan tanggal peluncuran layanan streaming perusahaan, Disney+. Layanan ini rencananya diluncurkan pada 12 November di Amerika Serikat (AS). Harga langganannya dibanderol USD7 per bulan. Selain film besutan Disney, pelanggan akan mendapatkan berbagai katalog film menarik dari Marvel, Pixar hingga Star Wars. Tak hanya itu, Disney+ juga menjanjikan film dan serial baru yang diproduksi khusus untuk layanan streaming.

Disney+ tak akan mengganggu Anda melaui iklan dalam platform-nya. Layanan streaming ini juga akan memungkinkan pelanggan mengunduh semua konten dan menontonnya secara offline, kapan pun mereka inginkan. Sebagai gantinya, Anda harus membayar biaya langganan USD7 per bulan. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Disney+ hanya tayangkan film ramah keluarga

Kini kamu bisa melihat cuplikan film terbaru di Netflix

Netflix bakal kurangi adegan merokok


Sebagai pembanding, layanan berlanggan Netflix dipatok senilai USD13 per bulan. Artinya, harga langganan Disney+ lebih murah ketimbang Netflix. Ini merupakan strategi yang lumrah terjadi di masa perdana sebuah produk baru diluncurkan. 

Soal konten, Disney memang sudah punya nama yang tak lagi asing di telinga pengguna di berbagai negara. Untuk layanan barunya, Disney+ akan memanfaatkan beberapa judul yang sudah populer, termasuk Aladdin dan The Jungle Book. Kedua konten tersebut akan tersedia saat Disney+ resmi meluncur November mendatang.

Beberapa konten baru yang tengah disiapkan Disney untuk Disney+ mencakup "The Mandalorian", seri "Star Wars" live action pertama, yang dibuat Jon Favreau, serial tentang karakter Marvel Loki yang dibintangi Tom Hiddleston, serial “High School Musical” dan serial dokumenter baru yang berfokus pada Disney.

Meski tersalip Netflix dalam menghadirkan layanan streaming, Disney mengaku optimis. Disney terjun ke industri streaming dari "posisi yang kuat, percaya diri dan optimisme yang tak terbatas," kata CEO Disney Bob Iger.

Dilansir Inquirer (12/4), meski Disney punya rekam jejak yang terpercaya, upaya perusahaan dalam membangun layanan streaming dan bersaing dengan Netflix memang cukup berisiko. Pasalnya untuk membuat layanan streaming mandiri, Disney mengakhiri hubungan lisensinya dengan Netflix. 

Padahal lewat saluran Netflix lah salah satunya, selama ini Disney mendapat untung. Tak hanya dengan Netflix, Disney+ juga harus bersiap atas persaingan dengan Apple yang belum lama ini meluncurkan layanan streaming-nya. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: