Diblokir AS, kejayaan Huawei di kancah global bakal terpuruk?

Huawei sebelumnya mengutarakan ambisinya untuk menjadi vendor smartphone terbesar di dunia pada kuartal empat tahun ini.

Diblokir AS, kejayaan Huawei di kancah global bakal terpuruk? (Foto: Smartphonenews)

Huawei dikenal sebagai salah satu vendor smartphone terbesar dunia. Kesuksesannya bahkan mampu mengalahkan Apple yang menawarkan iPhone dengan sejumlah teknologinya. Namun posisi Huawei sebagai vendor smartphone terbesar dunia kini terancam akibat status perusahaan yang masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat (AS).

Untuk mempertahankan posisinya, Huawei membutuhkan waktu lebih banyak. Perusahaan sendiri sebelumnya mengutarakan ambisinya untuk menjadi vendor smartphone terbesar di dunia pada kuartal empat tahun ini. Akan tetapi, ambisi itu agak sulit diwujudkan. 


BACA JUGA

Huawei tunda rilis Mate X ke pasar

OS Huawei lebih cepat 60% dari Android

Huawei minta bayaran USD1 miliar dari Verizon


"Kami akan menjadi yang terbesar pada kuartal keempat (tahun ini) namun sekarang kami merasa proses ini mungkin memakan waktu lebih lama," kata Shao Yang, Chief Strategy Officer Huawei Consumer Business Group.

Sayangnya dalam pernyataan itu, Shao Yang tak mengungkap alasan dibalik hal tersebut. Dilansir Reuters (11/6), Huawei saat ini telah menjual 500.000 - 600.000 smartphone dalam sehari. Klaim itu terlontar dalam sebuah pidato di ajang pameran teknologi CES Asia di Shanghai.

Tanggapan Shao Yang muncul setelah AS mencatutkan Huawei dalam Entity List atau daftar hitam pada Mei lalu. Akibatnya, Huawei terlarang melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan AS karena dalih keamanan. Tak lama setelah hal itu diumumkan, beberapa perusahaan teknologi global memutuskan hubungannya dengan Huawei.

Januari lalu Huawei mengatakan perusahaannya bisa menjadi vendor smartphone terlaris dunia di tahun ini. Hal tersebut bahkan bisa terwujud tanpa Huawei memasarkan smartphone-nya di AS. Menurut catatan Gartner, Huawei merupakan vendor smartphone terbesar kedua pada kuartal pertama 2019 setelah Samsung.

Analis memperkirakan sanksi AS baru-baru ini bisa membuat pengiriman smartphone Huawei menyusut hingga seperempat dari pencapaian sebelumnya. Ancaman lainnya, handset Huawei bisa menghilang dari pasar luar negeri karena terbiasa dengan sejumlah layanan asal AS. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: