Demi iPhone 11, Foxconn langgar aturan kerja Tiongkok

iPhone 11 akan segera diluncurkan oleh Apple. Jelang peluncurannya, laporan baru justru menyoroti praktik beban kerja berlebihan di pabrik Foxconn.

Demi iPhone 11, Foxconn langgar aturan kerja Tiongkok (Foto: Nikkei)

iPhone 11 akan segera diluncurkan oleh Apple. Jelang peluncurannya, laporan baru justru menyoroti praktik beban kerja berlebihan di pabrik Foxconn yang memproduksi iPhone. China Labor Watch (CLW), pengawas tenaga kerja yang berbasis di New York menerbitkan laporan yang mengklaim lebih dari setengah dari pekerja yang dipekerjakan pada Agustus di pabrik terbesar iPhone di Zhengzhou, adalah karyawan sementara bahkan termasuk siswa magang.

Meski Foxconn belum memberikan komentar, Apple selama penyelidikan mengatakan pihaknya menemukan persentase karyawan sementara melebihi standar perusahaan. "Kami bekerja sama dengan Foxconn untuk menyelesaikan ini," kata Apple.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Daya tahan baterai iPhone 11 Pro Max 20 persen lebih baik dari iPhone XS Max

Rincian spesifikasi dan harga iPhone 11 Series

Selasa, peluncuran iPhone 11 sudah bisa ditonton di Youtube


Dilansir Gizmochina (10/9), CLW mengatakan jumlah karyawan sementara kini turun dari 50% menjadi 30%. Namun hal ini masih tercatat melanggar undang-undang buruh Tiongkok. Laporan ini juga mengklaim pelanggaran hak di pabrik, termasuk jam kerja yang berlebihan dan bonus yang didapatkan.

Karyawan di pabrik melakukan setidaknya 100 jam lembur dalam sebulan selama musim puncak produksi. Padahal hukum buruh di Tiongkok menyatakan tidak boleh bekerja lebih dari 36 jam lembur dalam sebulan. Karyawan sementara pun tak menerima bonus yang dijanjikan persahaan.

Pelanggaran lainnya yaitu siswa magang bekerja lembur selama musim puncak produksi, meski undang-undang magang melarang praktik tersebut. Tak hanya itu, pabrik ditemukan tak menyediakan peralatan perlindungan diri yang memadai. Karyawan bahkan tak menerima pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja. Hal lain yang termasuk pelanggaran adalah bahwa Foxconn tak melaporkan kecelakaan kerja.

Di sisi lain Apple membantah sebagian besar klaim dalam laporan CLW. "Kami melihat pada klaim China Labor Watch dan sebagian besar dugaan itu palsu," kata Apple dalam sebuah pernyataan. "Kami telah mengonfirmasi semua pekerja mendapat kompensasi yang sesuai, termasuk upah lembur dan bonus, semua pekerja lembur adalah sukarela dan tak ada bukti kerja paksa."

Ini bukan kali pertama praktik kerja di Foxconn menuai kritik, utamanya karena Apple merupakan perusahaan besar. Foxconn sendiri mengatakan pihaknya terus memantau tuduhan di pabrik miliknya di Zhengzhou.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: