Data 380.000 pelanggan British Airways diretas

Data pribadi sekitar 380.000 wisatawan British Airways dicuri. Rincian kartu kredit mereka berhasil diretas oleh penjahat siber

Data 380.000 pelanggan British Airways diretas

Data pribadi sekitar 380.000 wisatawan British Airways dicuri. Rincian kartu kredit mereka berhasil diretas oleh penjahat siber. Hal ini akan membuat pelanggan rentan akan penipuan keuangan.

CEO British Airways Alex Cruz mengatakan yang dicuri, cukup untuk memungkinkan peretas menggunakan informasi kartu kredit untuk melancarkan tujuan ilegal. Sementara itu, kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Bug di LastPass bisa ungkap informasi password pengguna

Indonesia hadapi tantangan keamanan yang semakin meningkat

Hindari berbagi boarding pass di media sosial


"Kami mengerti bahwa informasi yang telah dicuri adalah nama, alamat, alamat email, informasi kartu kredit, tanggal kedaluwarsa dan tiga kode di belakang kartu kredit," ujar Cruz kepada BBC.

Dia menambahkan tak ada data paspor yang didapatkan oleh peretas yang melancarkan serangan canggih dan berbahaya tersebut. Insiden ini lantas menyarankan pelanggan untuk menghubungi bank atau perusahaan kartu kredit mereka, jika mereka menggunakan situs web British Airways dan aplikasi mobile-nya untuk melakukan pemesanan pada 21 Agustus antara pukul 10:58 waktu London hingga 5 September pukul 9:45 waktu London.

Pelanggan yang melakukan pemesanan atau mengubah pesanan diluar tanggal itu, tak disarankan melakukan hal yang sama. Lebih lanjut, maskapai Inggris itu berjanji mengganti kerugian finansial yang berdampak pada pelanggannya secara langsung akibat peretasan itu.

Beberapa wisatawan yang marah mengeluhkan insiden itu kepada Asosiasi Pers Inggris. Mereka mangatakan telah mencatat aktivitas palsu di kartu kredit yang telah digunakan untuk membuat pesanan British Airways selama pelanggaran itu belum terdeteksi. National Crime Agency sendiri kini tengah melakukan penyelidikan atas peretasan itu. Demikian dilansir USA Today.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: